Hanacaraka Rilis ‘Tumbuh Berkala’: Album Kedua Bertumbuh Manusia

Setelah cukup lama bergerak dalam ruang refleksi, Hanacaraka akhirnya kembali dengan karya yang terasa lebih matang dan terarah. Grup musik folk-pop asal Jakarta itu merilis album penuh kedua mereka, Tumbuh Berkala, pada 23 Januari 2026. Album ini hadir sebagai kelanjutan dari debut mereka, Ruang Henti, sekaligus penanda bahwa perjalanan musik Hanacaraka tidak lagi sekadar berhenti pada jeda, melainkan mulai menegaskan arah baru.

Dari jeda ke langkah yang lebih sadar

Tumbuh Berkala lahir dari pengalaman Hanacaraka setelah melalui fase yang lebih kontemplatif lewat album sebelumnya. Jika Ruang Henti memberi ruang untuk berhenti sejenak, maka album terbaru ini menampilkan proses menimbang ulang banyak hal: apa yang layak dipertahankan, dan apa yang perlu dilepaskan. Dari sana, Hanacaraka merangkai karya yang menggambarkan pertumbuhan manusia sebagai proses yang tidak selalu lurus, tetapi tetap bergerak maju.

Pendekatan yang dipilih juga dibuat sederhana, namun tetap sarat makna. Setiap lagu disusun untuk menangkap dinamika hidup sehari-hari yang kerap luput dari perhatian, tetapi menyimpan beban emosional yang kuat ketika diangkat ke dalam musik.

Lirik yang dekat dengan pengalaman banyak orang

Melalui tema kehilangan, cinta, dan harapan, Hanacaraka mencoba menghadirkan cerita yang akrab tanpa kehilangan kedalaman. Album ini tidak hanya bicara soal perasaan besar, tetapi juga menyoroti hal-hal kecil yang sering muncul dalam keseharian dan membentuk cara seseorang memahami hidup. Di titik itu, Tumbuh Berkala menjadi semacam catatan perjalanan, bukan hanya untuk band, tetapi juga bagi pendengar yang sedang berjalan di fase hidup masing-masing.

Kehadiran album ini sekaligus menegaskan kembalinya Hanacaraka dengan identitas yang lebih jelas. Setelah jeda yang cukup panjang, mereka tampil dengan bekal pengalaman yang terasa lebih dewasa, baik dari sisi penulisan maupun penggarapan konsep.

Berangkat dari ruang belajar di Institut Kesenian Jakarta

Hanacaraka terbentuk pada 2020 dari lingkungan Institut Kesenian Jakarta. Sejak awal, musik bagi mereka bukan hanya medium ekspresi, melainkan juga ruang untuk belajar dan tumbuh bersama. Nama Hanacaraka sendiri dipilih untuk membawa pesan kemanusiaan yang ingin mereka sampaikan dengan ketulusan dan kejujuran.

Lewat Tumbuh Berkala, Hanacaraka berharap bisa menemani pendengar dalam proses hidup yang terus berubah. Dukungan dari para pendengar juga mereka anggap penting, terutama bagi perjalanan musisi independen Indonesia yang bertumpu pada hubungan hangat dengan publiknya.

Source link