Morrissey kembali menggerakkan perhatian publik musik dengan pengumuman album studio barunya, Make-up Is a Lie. Ini menjadi album penuh pertamanya dalam enam tahun terakhir sekaligus menandai kembalinya eks vokalis The Smiths itu ke Sire Records di bawah Warner Records. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Morrissey juga melepas single utama yang membawa judul sama, memberi sinyal bahwa era baru dalam katalog solonya resmi dimulai.
Album baru setelah jeda panjang
Make-up Is a Lie dijadwalkan rilis pada 6 Maret mendatang. Kehadiran album ini cukup penting dalam perjalanan karier Morrissey, terutama karena album sebelumnya, I Am Not a Dog on a Chain, dirilis pada 2020. Sejak itu, namanya lebih sering muncul dalam percakapan soal polemik ketimbang musik baru, sementara sejumlah proyek yang sempat ia singgung tak kunjung hadir secara resmi.
Dua judul yang sebelumnya pernah disebut, yakni Bonfire of Teenagers dan You’re Right, It’s Time, hingga kini belum juga dirilis. Situasi itu membuat album baru ini terasa seperti titik balik, meski tetap datang dengan bayang-bayang hubungan Morrissey yang kerap naik turun dengan industri musik.
Diproduksi Joe Chiccarelli di Prancis Selatan
Untuk album terbarunya, Morrissey kembali menggandeng Joe Chiccarelli, produser yang juga terlibat dalam I Am Not a Dog on a Chain. Rekaman dilakukan di Studio La Fabrique, Prancis Selatan, lokasi yang dikenal sering dipilih para musisi internasional karena suasananya yang tenang dan mendukung proses kerja kreatif.
Proyek ini juga melibatkan deretan kolaborator, termasuk Jesse Tobias, Camila Grey, Carmen Vandenberg, Juan Galeano, Alain Whyte, Gustavo Manzur, dan Brendan Buckley. Kehadiran nama-nama tersebut menunjukkan bahwa Morrissey masih menjaga pendekatan kerja yang luas dalam membangun materi barunya.
Ada cover Roxy Music di dalamnya
Selain lagu-lagu orisinal, Make-up Is a Lie juga memuat versi ulang Amazona milik Roxy Music. Pilihan itu memperlihatkan bahwa Morrissey masih punya kedekatan dengan katalog klasik art rock Inggris, sekaligus memberi warna berbeda pada album yang sudah lebih dulu memancing perhatian publik.
Di tengah reputasinya yang tak lepas dari kontroversi, kehadiran album ini tetap menjadi momen yang ditunggu penggemar. Bukan hanya karena lamanya jeda rilis, tetapi juga karena Morrissey kembali menempatkan musik sebagai ruang utama untuk berbicara, setelah sekian lama namanya lebih sering dibicarakan di luar panggung.
Sumber link

