Risiko Amputasi Organ Intim Pria: Waspada dengan Masalah ini

Pada banyak pria, masalah seksual kerap dianggap sensitif untuk dibicarakan. Padahal, tidak semua keluhan berhenti pada disfungsi ereksi semata. Ada kondisi yang jauh lebih berbahaya, yakni priapismus, ereksi yang berlangsung terlalu lama dan menimbulkan nyeri. Jika dibiarkan, masalah ini bukan hanya mengganggu aktivitas seksual, tetapi juga bisa merusak jaringan penis secara permanen. Dalam kasus terburuk, keterlambatan penanganan dapat berujung pada gangren dan risiko amputasi organ intim.

Ereksi lebih dari empat jam bukan hal yang bisa diabaikan

Disfungsi ereksi memang lebih sering dibicarakan, terutama karena banyak dialami pria seiring bertambahnya usia. Namun priapismus menuntut kewaspadaan yang berbeda. Dokter Deborah Lee dari Dr Fox Online Pharmacy menjelaskan bahwa ereksi yang berlangsung lebih dari empat jam sudah masuk kategori darurat medis. Tanpa penanganan cepat, aliran darah yang terjebak bisa merusak jaringan penis dan memicu komplikasi jangka panjang, termasuk disfungsi ereksi permanen.

Dua bentuk priapismus yang perlu dikenali

Menurut Deborah Lee, priapismus memiliki dua jenis utama. Stuttering priapism ditandai ereksi berulang dalam waktu singkat dan umumnya mereda sendiri. Sementara itu, fulminant priapism lebih berat, berlangsung menyakitkan, dan membutuhkan tindakan medis segera agar jaringan tidak rusak. Meski kasusnya hanya dialami sebagian kecil pria setiap tahun, dampaknya bisa serius bila pasien terlambat mencari pertolongan.

Gejala dan pemicu yang sering diabaikan

Ciri paling jelas dari priapismus adalah ereksi yang muncul tanpa rangsangan seksual, bertahan lama, dan tidak juga turun. Kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja dan sering disertai rasa nyeri. Sejumlah faktor pemicu yang disebutkan antara lain stres, kedinginan, kelelahan, dehidrasi, dan infeksi. Karena itu, mengenali gejala sejak awal menjadi penting agar penanganan bisa dilakukan sebelum kerusakan permanen terjadi.

Priapismus bukan keluhan yang bisa ditunggu reda sendiri. Saat ereksi tak kunjung hilang dan disertai nyeri, langkah paling aman adalah segera mendapatkan pertolongan medis.

Source link