Sedot Lemak, Mitos atau Fakta? Benarkah Bisa Membuat Gemuk Kembali?

Sedot Lemak Bukan Jalan Pintas: Mengapa Berat Badan Bisa Naik Lagi Setelah Liposuction?

Liposuction kerap dipersepsikan sebagai solusi cepat untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Padahal, prosedur ini bukan alat sulap untuk menurunkan berat badan. Tujuannya lebih spesifik: membentuk kontur tubuh. Karena salah kaprah inilah, tak sedikit pasien yang kemudian kecewa ketika berat badan kembali naik beberapa bulan setelah tindakan dilakukan.

Liposuction Tidak Mengganti Gaya Hidup Sehat

Dokter spesialis Bedah Plastik Rekonstruktif dan Estetik di RS Pondok Indah, dr. Ida Bagoes Insani, menegaskan bahwa liposuction sering disalahartikan sebagai pengganti diet dan olahraga. Menurutnya, anggapan itu justru membuat banyak pasien kurang menjaga hasil tindakan yang sudah dicapai.

“Sebagian besar pasien percaya bahwa liposuction dapat menggantikan gaya hidup sehat dan olahraga, padahal sebenarnya tidak demikian,” ujar dr. Bagoes. Ia menekankan bahwa hasil liposuction hanya bisa bertahan lebih lama jika pasien tetap disiplin menjaga pola makan, rutin berolahraga, dan mempertahankan berat badan.

Kenapa Bisa Terjadi Rebound?

Fenomena rebound atau kembali gemuk setelah liposuction bukan hal asing. Masalahnya bukan pada prosedurnya semata, melainkan pada kebiasaan setelah tindakan. Jika pola hidup lama kembali dijalankan, tubuh tetap berisiko menumpuk lemak lagi. Karena itu, liposuction seharusnya dipandang sebagai bagian dari proses perubahan tubuh, bukan akhir dari perjuangan menjaga kebugaran.

dr. Bagoes juga menyoroti kebiasaan sebagian orang yang melakukan liposuction di luar negeri tanpa edukasi yang cukup. Minimnya pemahaman tentang perawatan setelah tindakan membuat hasilnya mudah memudar. Pada akhirnya, pasienlah yang menentukan apakah perubahan tubuh itu bertahan atau tidak.

Pendampingan Pasien Jadi Kunci

Berbeda dengan pendekatan yang hanya berfokus pada tindakan, RS Pondok Indah menerapkan pendampingan yang lebih komprehensif. Salah satunya dengan menggunakan Dexa Scan untuk mengukur komposisi lemak tubuh sebelum dan sesudah prosedur. Cara ini membantu pasien memahami kondisi tubuhnya secara lebih jelas, bukan sekadar melihat angka timbangan.

Meski begitu, dokter hanya bisa memberi bimbingan sekitar 30 menit. Setelah itu, tanggung jawab sepenuhnya ada pada pasien. Disiplin menjalani pola makan sehat, tetap aktif bergerak, dan menjaga berat badan menjadi faktor penentu apakah hasil sedot lemak akan bertahan atau justru hilang perlahan.