Band asal Malang, Peni, kembali menegaskan identitasnya di skena musik independen lewat single terbaru berjudul Kota. Setelah dua rilisan sebelumnya, Allegori dan Gejolak Asmara Muda, nama Peni makin mudah dikenali berkat karakter musik yang konsisten: reflektif, jujur, tetapi tetap punya tenaga yang ringan dan mengalir. Lewat Kota, mereka tidak sekadar bercerita soal perasaan, melainkan juga tentang tekanan hidup urban yang kerap terasa dekat, padat, dan melelahkan.
Patah hati yang datang dari sebuah tempat
Vokalis sekaligus gitaris Peni, Ken Baruna, menjelaskan bahwa Kota membawa sudut pandang yang berbeda dari lagu romantis pada umumnya. Menurutnya, lagu ini menggambarkan patah hati bukan karena seseorang, melainkan karena tempat. Dari situ, Peni merangkai rasa jenuh, frustrasi, dan kebingungan yang sering muncul dalam kehidupan kota besar.
Pilihan tema tersebut membuat Kota terasa lebih tajam. Lagu ini menangkap pengalaman yang akrab bagi banyak orang: ruang yang semestinya menjadi tempat bertumbuh justru bisa berubah menjadi sumber sesak dan letih. Di tangan Peni, keresahan itu tidak dibuat berlebihan, melainkan dibungkus dengan energi yang tetap mudah dinikmati.
Produktif di tengah jarak dan rutinitas
Di bawah manajemen Haum Entertainment, Peni menunjukkan laju kerja yang cukup padat dengan merilis tiga single dalam waktu singkat. Menariknya, proses kreatif mereka kerap dijalankan dari jarak jauh karena masing-masing personel memiliki kesibukan sendiri. Namun, kondisi itu tidak mengendurkan semangat mereka untuk terus berkarya.
Justru dari pola kerja seperti itulah Peni menjaga karakter mereka tetap solid. Antusiasme bermusik menjadi fondasi utama, sementara proses produksi dijalankan dengan cara yang efisien dan mandiri. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana band independen bisa tetap aktif tanpa harus bergantung pada pola kerja yang serba ideal.
Diracik mandiri, siap mengarah ke EP baru
Single Kota diproduksi Ken di Rama Project Studio dengan bantuan Benny K Wijaya sebagai sound engineer. Menariknya, hampir seluruh proses kreatif dikerjakan sendiri oleh Ken, mulai dari penulisan lirik hingga desain sampul. Pendekatan ini membuat Kota terasa personal dan dekat dengan visi musikal Peni.
Lagu tersebut kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform streaming, termasuk Spotify, Apple Music, dan YouTube. Sementara itu, Peni juga sedang menyiapkan EP baru yang ditargetkan rilis pada awal tahun depan. EP itu masih akan mengusung tema “kekalahan” yang selama ini menjadi benang merah karya-karya mereka. Untuk saat ini, fokus band lebih banyak diarahkan pada produksi musik digital, sambil terus berharap dukungan pendengar tetap mengalir bagi mereka dan Gigsplay dalam mendukung musisi independen Indonesia.

