Jakarta — Nama Mochtar Kusumaatmadja kembali mengemuka setelah Presiden RI Prabowo Subianto menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh pada peringatan Hari Pahlawan 2025 di Istana Negara, Jakarta, Senin. Berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025, almarhum Mochtar ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Bidang Perjuangan Hukum dan Politik.
Jejak Seorang Ahli Hukum dan Diplomat
Mochtar Kusumaatmadja dikenal luas sebagai ahli hukum internasional sekaligus diplomat yang pernah memegang jabatan penting sebagai Menteri Luar Negeri dan Menteri Kehakiman pada era Orde Baru. Sosoknya menonjol bukan hanya karena posisi yang pernah diemban, tetapi juga karena gagasannya yang ikut membentuk arah kebijakan hukum Indonesia di level internasional.
Lahir di Jakarta pada 17 April 1929, Mochtar tumbuh dari keluarga yang memiliki latar belakang di bidang kesehatan dan pendidikan. Ia menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia sebelum melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Laws (LL.M.) dari Universitas Yale. Bekal akademik itu kemudian menjadi fondasi penting dalam kiprahnya di dunia hukum dan diplomasi.
Kontribusi pada Wawasan Nusantara
Sepulang ke Indonesia, Mochtar tidak hanya bergerak di ruang akademik, tetapi juga aktif memperjuangkan gagasan negara kepulauan. Namanya lekat dengan perumusan konsep Wawasan Nusantara, yang kemudian mendapat pengakuan dalam Konvensi Hukum Laut PBB tahun 1982. Peran ini membuatnya dipandang sebagai salah satu figur kunci dalam perjuangan hukum laut Indonesia.
Di luar urusan hukum, ia juga terlibat dalam diplomasi budaya Indonesia di luar negeri. Hingga masa pensiunnya, Mochtar tetap aktif dalam berbagai forum internasional dan dikenal sebagai tokoh yang konsisten memperjuangkan kepentingan Indonesia melalui jalur diplomasi.
Warisan yang Tetap Hidup
Mochtar Kusumaatmadja berpulang pada 2021, tetapi pengaruh pemikiran dan jejak pengabdiannya masih terasa hingga kini. Sejumlah penghargaan dan bentuk penghormatan diberikan untuk mengenang jasanya, termasuk penamaan Gedung Perpustakaan Hukum Unpad yang memakai namanya. Di Kota Bandung, namanya juga diabadikan sebagai salah satu nama jalan.
Pengakuan sebagai Pahlawan Nasional menjadi penegasan atas kontribusinya yang besar dalam bidang hukum dan politik. Bagi banyak kalangan, Mochtar bukan sekadar akademisi atau pejabat negara, melainkan pionir yang membantu Indonesia memperkuat posisi di tengah percaturan hukum internasional.
Source link

