Tama Yuri membuka babak baru dalam perjalanan musiknya lewat single Biasa Saja, yang dijadwalkan rilis pada 10 Oktober 2025. Musisi dan penulis lagu independen asal Yogyakarta ini memilih cara bercerita yang tidak meledak-ledak, tetapi justru terasa lebih menusuk: tentang kesetiaan yang tidak dibalas, tentang hubungan yang timpang, dan tentang keputusan untuk pergi tanpa harus menjadikannya panggung drama.
Keberanian Melepaskan Diri
Lewat Biasa Saja, Tama menyoroti momen ketika seseorang sadar bahwa bertahan tidak lagi sama dengan mencintai. Lagu ini tidak dibangun sebagai ratapan panjang, melainkan sebagai pernyataan tenang bahwa menghargai diri sendiri adalah bentuk cinta yang paling penting. Di tangan Tama, perpisahan tidak selalu harus digambarkan sebagai kehancuran; kadang, ia adalah langkah paling sehat untuk menyelamatkan diri.
Dengan lirik yang jujur, sederhana, dan membumi, Tama menggambarkan sosok yang sudah terlalu lama bertahan dalam hubungan yang tidak seimbang. Nada lagu yang ringan memberi ruang bagi pesan utamanya: pergi bukan tanda lemah, melainkan keputusan sadar untuk mencari hidup yang lebih baik. Dari situ, Biasa Saja terasa lebih dekat sebagai refleksi personal ketimbang sekadar lagu patah hati.
Proses Kreatif yang Digarap Penuh
Menariknya, lagu ini lahir dari keterlibatan Tama yang sangat utuh. Ia mengerjakan penulisan, aransemen, hingga konsep visualnya sendiri. Sentuhan personal itu membuat Biasa Saja tidak hanya terdengar seperti karya musik, tetapi juga seperti catatan emosi yang dipoles dengan cermat.
Untuk produksi, lagu ini diproduseri oleh Fareeq Angkasa, direkam di Studio Satrio Piningit, lalu dipoles melalui proses mixing dan mastering oleh Sasi Kirono. Artwork yang menyertainya juga dibuat simbolik, memperkuat kesan bahwa rilisan ini berdiri di atas gagasan yang matang, bukan sekadar single pembuka album.
Pembuka Album “Biar Aku Dianggap Beruntung”
Biasa Saja menjadi pintu masuk menuju album Biar Aku Dianggap Beruntung, sebuah proyek yang disebut sebagai perayaan atas kegagalan dan luka dalam hidup. Melalui benang merah bertajuk “Menari di Tengah Luka”, Tama mengajak pendengar berdamai dengan masa lalu tanpa kehilangan keyakinan pada diri sendiri.
Lagu ini kini sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Sementara itu, video musiknya dijadwalkan tayang pada 14 Oktober 2025 melalui kanal YouTube resmi Tama Yuri. Source link

