Orientasi CPNS Pemkot Bogor: Pentingnya Sikap Profesional

Sebanyak 50 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor memulai perjalanan tugas mereka lewat Orientasi Bidang Kepegawaian yang digelar di Ballroom Edelweiss, Hotel Onih, Jalan Paledang, Kota Bogor. Agenda ini bukan sekadar seremoni awal penempatan, melainkan pintu masuk untuk mengenali aturan kerja, tanggung jawab jabatan, dan etika sebagai aparatur yang akan melayani masyarakat.

Dedie Rachim: ASN Harus Profesional dan Peka terhadap Warga

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menekankan bahwa status sebagai ASN membawa konsekuensi besar, terutama soal profesionalisme dan kualitas pelayanan. Ia mengingatkan para CPNS agar bekerja dengan sikap yang baik, menjaga kepercayaan publik, dan tidak lupa bahwa penghasilan yang diterima berasal dari uang rakyat.

Menurut Dedie, pelayanan prima bukan hanya soal cepat merespons, tetapi juga tentang menjaga hati masyarakat dalam setiap interaksi. Ia juga menyampaikan pesan personal agar para CPNS tidak melupakan doa, dukungan, dan perjuangan keluarga, terutama orang tua yang telah menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hingga lolos sebagai abdi negara.

Selaraskan Langkah dengan Arah Pembangunan Kota Bogor

Dedie Rachim menegaskan bahwa seluruh ASN di lingkungan Pemkot Bogor harus memahami visi dan misi Kota Bogor 2025–2030, yakni Bogor Beres, Bogor Maju. Dalam kerangka itu, terdapat tiga misi utama yang menjadi pegangan, yaitu Bogor Cerdas, Bogor Sehat Sejahtera, dan Bogor Lancar.

Dengan memahami arah kebijakan tersebut sejak awal, CPNS diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga ikut menyelaraskan kerja harian dengan target pembangunan daerah. Orientasi ini menjadi ruang awal untuk membentuk cara pandang yang sama di antara aparatur baru agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

BKPSDM Bekali CPNS dengan Aturan dan Layanan Kepegawaian

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bogor, Dani Rahadian, menjelaskan bahwa orientasi ini dirancang untuk memberi pemahaman dasar mengenai regulasi, kebijakan, dan sistem kepegawaian yang berlaku di Pemkot Bogor. Selain itu, para CPNS juga diperkenalkan pada layanan kepegawaian serta program pengembangan sumber daya manusia yang disediakan BKPSDM.

Bekal tersebut diharapkan menjadi pijakan bagi para CPNS untuk memanfaatkan layanan yang ada secara tepat, sekaligus mendukung peningkatan kompetensi dan pengembangan karier mereka ke depan. Dengan begitu, masa awal pengabdian tidak hanya diisi dengan penyesuaian diri, tetapi juga dengan pembentukan kualitas kerja yang lebih matang.

Orientasi ini menandai bahwa perjalanan sebagai ASN di Kota Bogor dimulai dari pemahaman aturan, kesadaran melayani, dan kesiapan untuk bekerja sesuai arah kebijakan daerah.