Gorillaz kembali menggerakkan perhatian publik dengan pengumuman album baru bertajuk The Mountain, yang dijadwalkan rilis pada 20 Maret 2026. Bersamaan dengan itu, band virtual ini juga melepas single pembuka “The Happy Dictator” yang menampilkan kolaborasi bersama duo legendaris Sparks, sekaligus mengumumkan tur di Inggris dan Irlandia.
Album baru, label baru, dan daftar kolaborator yang mencolok
The Mountain menjadi rilisan perdana Gorillaz di bawah label baru mereka, KONG. Proyek ini langsung menarik perhatian karena deretan nama yang terlibat di dalamnya, termasuk Black Thought, Omar Souleyman, dan Sparks. Sejumlah musisi pendukung seperti London Arab Orchestra dan Demon Strings juga ikut memberi warna pada album tersebut, mempertegas arah musikal yang tampaknya lebih luas dan berlapis.
Sebelum diumumkan resmi, album ini sempat diperdengarkan secara eksklusif dalam pertunjukan di Copper Box Arena, London. Saat itu, penonton tidak diperbolehkan membawa ponsel, sehingga informasi soal materi baru Gorillaz menyebar lewat obrolan penonton dan unggahan penggemar setelah acara. Cara peluncuran seperti ini justru memicu rasa penasaran yang lebih besar, terutama ketika detail kolaborasi dan nuansa musiknya mulai ramai dibahas di media sosial.
“The Happy Dictator” jadi pintu masuk ke arah baru
Single pertama, “The Happy Dictator”, memberi gambaran awal tentang warna album yang dijanjikan akan membawa pengaruh musik dari berbagai belahan dunia. Vokal teatrikal Damon Albarn menjadi salah satu daya tarik utama lagu ini, dengan lirik yang menghadirkan suasana berbeda dari rilisan Gorillaz sebelumnya. Kehadiran Sparks di lagu pembuka juga menegaskan bahwa album ini tidak sekadar menawarkan nostalgia, tetapi juga eksperimen yang tetap dekat dengan identitas khas mereka.
Merayakan 25 tahun perjalanan sekaligus membuka babak baru
Penampilan Gorillaz di Copper Box Arena juga menandai 25 tahun perjalanan mereka. Dalam konser itu, mereka membawakan album-album terdahulu secara penuh, termasuk materi dari album debut dan Plastic Beach. Rangkaian pertunjukan tersebut turut dilengkapi pameran House of Kong yang memberi pengalaman interaktif bagi para penggemar.
Di luar album dan tur, Gorillaz juga menyiapkan rencana lain: merilis ulang Kong Studios dalam bentuk video game online. Langkah ini menunjukkan bahwa The Mountain bukan hanya proyek musik baru, tetapi juga bagian dari upaya Gorillaz menjaga tradisi mereka sebagai band yang gemar bereksperimen lintas medium, lintas budaya, dan lintas generasi.
Source link

