Stephen Sol & The 7 membuka babak baru lewat Sunshine Wine, EP debut yang langsung menegaskan identitas mereka sebagai kolektif folk-rock asal Washington D.C. Di tengah tren musik yang kerap terdengar seragam, grup beranggotakan sembilan orang ini memilih jalur yang lebih hangat, lebih organik, dan terasa hidup sejak nada pertama. Lima lagu di EP tersebut memadukan psychedelic folk-rock, alternatif, dan soul dengan warna cerah yang memberi kesan ringan, namun tetap punya bobot emosi.
Folk-rock yang hangat, berlapis, dan penuh karakter
Dipimpin oleh Stephen Sol sebagai penulis lagu sekaligus vokalis, The 7 terdengar seperti band yang sengaja membiarkan banyak lapisan suara bekerja bersama. Ada tiupan horn yang tegas, harmoni vokal bernuansa gospel, sampai energi panggung yang terasa menular. Hasilnya bukan sekadar rangkaian lagu folk-rock biasa, melainkan musik yang membawa semangat ceria tanpa kehilangan sisi jujur dan berani.
Pengaruh dari generasi sebelumnya juga cukup terasa, mulai dari The Beatles, Dave Matthews Band, Bo Burnham, CAKE, hingga Bob Dylan. Semua rujukan itu tidak ditelan mentah-mentah, melainkan diramu menjadi karakter yang lebih personal. Di tangan Stephen Sol & The 7, referensi klasik justru berubah menjadi musik yang punya napas sendiri.
Dibuat dengan pendekatan organik di Washington D.C.
Sebelum Sunshine Wine dirilis, mereka sudah lebih dulu memperkenalkan dua single awal, āEternal Peaceā dan āForever Changedā. EP ini direkam di Washington D.C. dengan pendekatan yang sengaja dibuat organik, sehingga nuansa live tetap terasa kuat dan tidak tenggelam oleh sentuhan digital yang berlebihan. Pilihan itu membuat musik mereka terasa lebih dekat, seolah pendengar ikut berada di ruangan yang sama saat lagu-lagu ini dimainkan.
Stephen Sol sendiri membawa dimensi yang cukup pribadi ke dalam proyek ini. Ketertarikannya pada musik tumbuh dari pengaruh Johnny Cash dan Elvis yang sering diperdengarkan oleh kakeknya. Dari sana, ia menemukan jalannya lewat gitar bekas, lalu mulai terpikat pada The Beatles dan My Morning Jacket. Latar itu memberi fondasi emosional yang kini menjadi bagian penting dari suara The 7.
Menuju tur East Coast dan album penuh pertama
Perilisan EP ini juga menjadi pintu menuju agenda yang lebih besar. Stephen Sol & The 7 dijadwalkan tampil sebagai headliner di Union Stage pada 9 Januari 2026, yang akan menjadi pembuka tur regional mereka di East Coast. Setelah itu, band ini menatap rilis album penuh pertama yang direncanakan hadir pada Februari 2026.
Dengan formasi sembilan personel, The 7 tidak hanya mengandalkan aransemen folk-rock yang rapi. Mereka juga memberi ruang bagi grit rock, harmoni soul, dan humor spontan yang kerap muncul dalam penampilan langsung. Kombinasi itu membuat Sunshine Wine terasa seperti pernyataan awal yang kuat: hangat, percaya diri, dan siap berkembang ke tahap berikutnya.
Source link

