Sebuah rekaman video John Lennon dan Yoko Ono yang selama ini tak pernah dipublikasikan akhirnya dipulihkan dan dirilis ke publik. Video itu mengiringi lagu “Instant Karma! (We All Shine On)” dan hadir sebagai bagian dari boks set baru berjudul Power To The People. Rilisan ini tidak hanya menawarkan materi langka, tetapi juga membuka kembali satu fase penting dalam kehidupan Lennon dan Ono di New York City, ketika musik dan aktivisme politik mereka berjalan beriringan.
Potongan sejarah dari Madison Square Garden
Rekaman tersebut berasal dari konser “One To One” di Madison Square Garden, New York. Momen ini punya arti besar karena menjadi penampilan penuh pertama Lennon setelah keluar dari The Beatles. Lebih dari itu, konser ini juga tercatat sebagai penampilan terakhir John Lennon dan Yoko Ono bersama di panggung sebelum kematiannya, 53 tahun yang lalu pada 30 Agustus.
Nilai historisnya makin terasa karena video itu diunggah ke YouTube pada waktu yang sama dengan jam konser aslinya berlangsung. Detail kecil ini membuat publik seolah diajak kembali ke malam bersejarah tersebut, dengan nuansa yang lebih hidup dan dekat.
Isi boks set yang menyorot sisi politis Lennon dan Ono
Dalam Power To The People, Yoko Ono Lennon menegaskan betapa pentingnya konser “One To One” dalam perjalanan politik mereka. Proyek ini diproduseri oleh Sean Ono Lennon bersama tim penghargaan Grammy, dan dirancang bukan sekadar sebagai arsip musik, melainkan dokumentasi utuh atas periode yang sangat menentukan bagi pasangan itu.
Boks set tersebut memuat 123 lagu, termasuk 90 materi yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya. Di dalamnya ada sembilan CD, tiga Blu-ray audio HD, buku setebal 204 halaman, poster, kartu pos, stiker, tiket konser replika, akses VIP backstage, hingga undangan aftershow. Seluruh paket ini menelusuri jejak Lennon dan Ono saat berada di titik pertemuan antara karya seni, panggung, dan gerakan politik.
Warisan yang terus dibuka untuk generasi baru
Rilisan ini juga memperlihatkan bagaimana materi arsip masih bisa menghadirkan sudut pandang baru terhadap nama sebesar John Lennon dan Yoko Ono. Demo yang belum pernah dipublikasikan, rekaman rumah, sesi jamming, potongan live, serta campuran unik lainnya memberi gambaran yang lebih luas tentang intensitas masa itu.
Di saat yang sama, penggemar The Beatles juga sudah diarahkan pada proyek berikutnya, The Beatles Anthology, yang dijadwalkan hadir pada 2025 dalam format buku, album, dan video baru. Proyek itu diperkirakan kembali membuka ruang bagi generasi baru untuk memahami kisah di balik layar salah satu bab paling berpengaruh dalam sejarah musik populer.

