Plastisin, sebuah band rock alternatif asal Bandung, sedang mengalami perkembangan positif dalam karir musik mereka. Setelah merilis album penuh “Supra” tahun lalu, kini mereka dipercaya untuk menjadi bagian dari soundtrack film animasi “Panji Tengkorak” yang disutradarai oleh Daryl Wilson. Kehadiran mereka dalam proyek ini memberikan peluang untuk mengeksplorasi ruang baru dan menunjukkan bagaimana musik mereka dapat menyatu dengan dunia sinematik.
Lagu yang dipilih untuk mengisi soundtrack film ini adalah “Bunga (Panji Tengkorak Version)”, yang merupakan aransemen ulang dari lagu “Bunga” yang sebelumnya terdapat dalam album ‘Supra’. Versi teranyar lagu ini diberi sentuhan etnik untuk sesuai dengan setting abad ke-15 dalam cerita “Panji Tengkorak”. Meskipun ada penambahan elemen baru, Plastisin tetap mempertahankan identitas gelap yang selalu melekat pada musik mereka.
Partisipasi Plastisin dalam proyek ini memperlihatkan bahwa film animasi Indonesia semakin terbuka terhadap variasi musik yang lebih berani. Mereka tidak hanya menyajikan lagu-lagu pop konvensional, tetapi memberikan kesempatan bagi musisi alternatif untuk turut berkontribusi dalam menciptakan atmosfer cerita yang kuat.
Selain Plastisin, Falcon Pictures juga menghadirkan kolaborasi antargenerasi antara Iwan Fals dan Isyana Sarasvati dengan aransemen ulang lagu “Bunga Terakhir” karya Bebi Romeo. Ini menambah dimensi emosional berbeda pada soundtrack film dan memperlihatkan keberagaman pendekatan musikal yang digunakan dalam proyek ini.
Film animasi “Panji Tengkorak” diadaptasi dari komik terkenal karya Hans Jaladara yang pertama kali diterbitkan pada 1968. Falcon Pictures menghidupkan kembali cerita klasik ini dalam bentuk animasi layar lebar dengan menambahkan elemen aksi dan nuansa gore. Dengan produksi animasi yang serius dan pengisi suara terkenal, film ini diharapkan dapat memberikan pengalaman sinematik yang mendalam.
Dari segi budaya populer, kehadiran film animasi “Panji Tengkorak” dapat dianggap sebagai upaya untuk menghubungkan generasi muda dengan warisan komik Indonesia. Kolaborasi musik dalam film ini juga memberikan pandangan baru bagi industri film lokal, dengan memberikan kesempatan bagi musisi alternatif untuk berekspresi lebih luas.
Film “Panji Tengkorak” dijadwalkan tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 28 Agustus 2025. Diharapkan film ini bukan hanya menjadi tontonan seru bagi penonton, tetapi juga menjadi momen penting bagi musik alternatif Indonesia untuk tampil di panggung yang lebih luas dan mendapat apresiasi yang pantas.

