In Your Head: Single Terbaru Nation of Language

Nation of Language kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu nama penting di ranah synth-pop modern. Band asal Brooklyn ini bersiap merilis album terbaru bertajuk Dance Called Memory lewat Sub Pop, dengan single keempat mereka, “In Your Head”, hadir lebih dulu sebagai pembuka. Album tersebut dijadwalkan meluncur pada 19 September, sementara lagu barunya menjadi semacam jembatan yang mengantar pendengar ke arah warna musik yang ingin mereka tawarkan kali ini.

Single baru yang tetap membawa ciri khas Nation of Language

Beranggotakan Ian Richard Devaney, Aidan Noell, dan Alex MacKay, Nation of Language selama ini dikenal lewat lagu-lagu yang memadukan nostalgia dengan pendekatan yang terasa segar. “In Your Head” melanjutkan karakter itu, tetapi juga membawa nuansa yang lebih reflektif. Alih-alih sekadar mengejar kilau synth-pop, lagu ini memberi ruang pada emosi yang lebih personal, tanpa kehilangan identitas band yang sudah terbentuk kuat sejak awal.

Dance Called Memory dan arah baru yang lebih manusiawi

Album Dance Called Memory akan memuat sejumlah lagu yang lebih dulu dirilis, termasuk “Inept Apollo”, “I’m Not Ready For the Change”, dan “Under the Water”, yang sebelumnya sudah menarik perhatian luas. Proyek ini juga kembali digarap bersama produser Nick Millhiser, sosok yang sebelumnya turut membantu kesuksesan Strange Disciple. Album terdahulu itu sendiri sempat masuk daftar Top 100 Albums of 2023 setelah dirilis melalui [PIAS].

Terinspirasi dari Kraftwerk dan Brian Eno

Dalam penjelasannya, Devaney menyebut album ini lahir dari perbedaan cara pandang antara Kraftwerk dan Brian Eno. Di tengah era ketika AI makin hadir dalam kehidupan sehari-hari, ia justru lebih tertarik pada gagasan Eno: menjadikan musik sebagai sesuatu yang terasa lebih manusiawi. Semangat itu tampak pula dalam “In Your Head”, yang berupaya menyampaikan ajakan untuk saling melihat satu sama lain tanpa tenggelam dalam rasa putus asa.

Dengan pendekatan yang tetap akrab bagi penggemar lama namun terasa lebih dalam secara tema, Dance Called Memory tampak diposisikan bukan sekadar sebagai kumpulan lagu synth-pop, melainkan sebagai pernyataan tentang bagaimana musik masih bisa menjadi ruang untuk menjaga sisi paling manusia di tengah teknologi yang terus melaju.

Source link