Hampir semua negara di Asia Tenggara pernah diserbu oleh bangsa Eropa dari abad ke-16 hingga ke-20. Thailand satu-satunya negara yang tidak pernah dijajah secara langsung oleh bangsa Barat. Penjajahan di wilayah ini dipicu oleh keinginan untuk mengendalikan rempah-rempah, sumber daya alam, dan jalur perdagangan strategis antara Samudra Hindia dan Pasifik.
Indonesia merupakan salah satu negara yang paling lama dijajah di Asia Tenggara. Dimulai dari kedatangan Portugis, Spanyol, dan kemudian Belanda yang mendirikan VOC dan memerintah selama lebih dari 300 tahun. Selain itu, Indonesia juga dikuasai oleh Inggris dan Prancis dalam periode tertentu sebelum akhirnya memproklamasikan kemerdekaannya pada 17 Agustus 1945.
Malaysia juga mengalami penjajahan yang panjang dimulai dari Portugis, Belanda, dan kemudian Inggris. Setelah perundingan di London dipimpin oleh Tunku Abdul Rahman, Malaysia meraih kemerdekaan dari Inggris pada 31 Agustus 1957. Singapura awalnya merupakan bagian dari Malaysia yang dijajah oleh Portugis, Belanda, dan Inggris sebelum memperoleh kemerdekaannya pada 9 Agustus 1965.
Filipina mengalami masa penjajahan yang lama oleh Spanyol sebelum akhirnya merdeka pada 12 Juni 1898 dan diakui secara internasional pada 1946 setelah masa kekuasaan Amerika Serikat. Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, dan Brunei juga mengalami penjajahan yang bervariasi oleh negara-negara Eropa sebelum mendapatkan kemerdekaan masing-masing.
Thailand adalah satu-satunya negara di kawasan tersebut yang tidak pernah dijajah oleh bangsa Barat, berkat kebijakan diplomasi yang bijaksana dan modernisasi yang dilakukan oleh para raja. Sejarah kolonialisme di Asia Tenggara memberikan pelajaran berharga bagi negara-negara ASEAN untuk terus menjaga kedaulatan dan membangun kawasan yang damai dan sejahtera. Setiap hari kemerdekaan di wilayah ini menjadi simbol perjuangan melawan penjajahan dan tekad untuk mandiri.

