ASHN: Kematian Lewat Serene Personal

Unit shoegaze dan rock alternatif ASHN dari Bandung kembali menunjukkan keberadaannya melalui rilisan terbarunya yang berjudul “Serene”. Rilis ini direncanakan secara independen pada 8 Agustus 2025, tidak lama setelah maxi-single sebelumnya. Terus menunjukkan semangat, ASHN langsung beralih ke album debut mereka yang dijadwalkan rilis akhir tahun ini.

“Serene” sebenarnya bukan lagu baru bagi ASHN, karena sudah mulai dikerjakan sebelum masa vakum mereka. Lagu ini dipengaruhi oleh Elliot Smith dan “Lost Stars” milik Adam Levine. Proses penggarapan kembali dimulai dalam beberapa tahun terakhir dan selesai bersama drummer Irfan Al Hafizh.

Versi yang dirilis sekarang mengalami perombakan dengan tambahan lapisan vokal dan fondasi yang lebih berani dari bassis Rafi Azani. Produksinya dilakukan secara internal di Deadscream Studio dengan pengerjaan mixing dan mastering oleh Naufal “Pale” Ikhsan.

“Serene” membahas topik kematian dengan nuansa yang damai, penuh refleksi, dan pengalaman penerimaan. ASHN tidak mencoba berlebihan dalam ekspresi melodrama, tetapi tetap sederhana namun emosional dalam pendekatan mereka. Mereka menciptakan lagu yang membiarkan pendengar merenung tanpa teatrikalitas.

Dalam ranah musik lokal yang penuh dengan shoegaze, “Serene” menonjol karena keberaniannya terdengar rapuh dan manusiawi. ASHN tidak tergesa-gesa dalam menunjukkan kualitas musiknya, melainkan ia memberikan kesempatan bagi lagunya untuk tumbuh perlahan.
Menuju album pertama mereka, “Serene” merupakan jembatan yang menunjukkan arah artistik ASHN yang konsisten dan terukur. Mereka tidak hanya menciptakan musik yang enak didengar, tapi juga menciptakan ruang untuk refleksi.

Rencananya, ASHN akan merilis video musik “Serene” dalam waktu dekat, diikuti dengan peluncuran album debut mereka pada akhir tahun. Sementara lagunya sudah tersedia di berbagai platform streaming untuk siap mengantar pendengar dalam mencerna tema tentang kematian yang tenang dan indah.

Source link