The Royston Club merilis album kedua mereka berjudul ‘Songs for the Spine’ setelah kesuksesan debut mereka dengan ‘Shaking Hips and Crashing Cars’ pada tahun 2023. Momen album kedua dianggap krusial karena harus membuktikan bahwa kesuksesan sebelumnya bukan keberuntungan semata. Sang vokalis, Tom Faithfull, menyoroti tekanan yang dirasakan untuk bisa menorehkan prestasi yang sama atau lebih baik dari album sebelumnya.
Ditulis dan direkam selama dua tahun setelah debut mereka, ‘Songs for the Spine’ merangkum pengalaman band dalam garapan musik indie dengan pendekatan yang lebih matang dan penuh pertimbangan. Proses pembuatan album ini berlangsung di Liverpool selama musim dingin bersama produser Rich Turvey yang mendorong band untuk mencapai arah musik yang lebih jauh.
Judul album ini sendiri diambil dari potongan lirik lagu pembuka yang berjudul “Shivers”. Dalam album ini, terdapat tiga lagu yang ditulis oleh Tom dan sisanya adalah karya gitaris Ben Matthias. Proses penulisan dilakukan secara individu sebelum membentuk lagu bersama di ruang latihan.
Meskipun beberapa lagu belum pernah dimainkan live sebelumnya, The Royston Club sangat antusias untuk membawakan materi baru ini di panggung. Dari panggung kecil di pub hingga festival besar seperti Glastonbury, band ini terus menyimpan cinta untuk venue-venue kecil yang memiliki nilai sejarah tersendiri bagi mereka.
Untuk merayakan perilisan album, The Royston Club memilih venue kecil di Wrexham sebagai tempat spesial. Mereka menyampaikan keprihatinan atas penutupan venue kecil di Inggris dan mencoba untuk memberikan kontribusi positif dengan merayakan kesuksesan mereka di tempat-tempat yang memiliki arti tersendiri bagi band tersebut.
Dengan agenda tur album, gigs di record store, festival, dan panggung yang semakin besar, The Royston Club siap menghadapi musim sibuk. Mereka percaya bahwa memiliki album yang mereka yakini dan pendengar yang terus bertambah dapat membawa mereka meraih kesuksesan yang lebih besar di masa depan.

