Rex Tycoon datang dengan cara yang lugas: keras, melodis, dan tanpa banyak basa-basi. Band punk asal Pittsburgh ini resmi memperkenalkan diri lewat album debut penuh bertajuk No Limit 2 Luv, sebuah rilisan yang merangkum energi liar, hook pop yang mudah menempel, dan riff rock yang terdengar tebal sejak awal. Setelah beberapa EP lebih dulu beredar, album ini menjadi titik masuk paling jelas untuk mengenal identitas mereka yang kini terasa lebih matang.
Dari ruang bawah tanah ke album penuh
Formasi Rex Tycoon diisi Austin Reesman pada vokal, Joey Tiberio di gitar, Keith Tucker pada bass, serta Jared Stalker di drum. Perjalanan mereka dimulai jauh sebelum album ini lahir, ketika mereka masih bermain bersama di ruang bawah tanah milik Tucker dan Stalker. Dari situ, mereka merilis EP debut Partial Frames pada 2020, lalu menyusul dua EP lain dalam beberapa tahun berikutnya. Rangkaian rilis itu perlahan membentuk karakter band sebelum akhirnya mereka masuk ke studio untuk menggarap album penuh pertama.
Direkam di Bloomington dengan nuansa yang lebih besar
Untuk No Limit 2 Luv, Rex Tycoon memilih Bloomington, Indiana, sebagai lokasi rekaman. Mereka bekerja bersama Damion Schiralli di Russian Recording, studio yang disebut sebagai tempat lahir sejumlah album favorit mereka. Bagi band ini, album tersebut bukan sekadar tambahan katalog, melainkan tonggak baru yang memperluas cara mereka bercerita. Tema yang diangkat pun tetap dekat dengan dunia mereka: cinta, harapan, dan kemungkinan yang terasa tak terbatas, meski dibenturkan dengan realitas yang keras dan menuntut.
“Rock ’N Roll Star” sebagai pembuka yang menegaskan sikap
Sebelum album dirilis penuh, Rex Tycoon lebih dulu melepas dua single, yakni “Jesus Drives” dan “Bird on the Bricks”, serta lagu pembuka “Rock ’N Roll Star”. Judul lagu ini memang mengingatkan pada trek pembuka album Definitely Maybe milik Oasis, tetapi versi Rex Tycoon bukanlah daur ulang. Lagu ini justru diposisikan sebagai pernyataan awal: dentuman drum, gitar yang menyerang, dan semangat yang langsung mengarah pada inti band mereka.
Austin Reesman mengatakan lagu itu termasuk yang terakhir ditulis sebelum proses rekaman dimulai. Ia tertarik pada gagasan sederhana namun efektif: band rock menulis tentang musik rock, menjadi musisi rock, dan berdiri di panggung sebagai bintang rock. Dari situ, “Rock ’N Roll Star” bekerja sebagai pembuka yang tepat—bukan hanya untuk album, tetapi juga untuk memperkenalkan Rex Tycoon sebagai band yang paham cara mengubah klise menjadi sesuatu yang tetap terasa hidup.
No Limit 2 Luv kini tersedia di berbagai platform melalui Smartpunk Records, membawa campuran kebisingan, melodi, dan emosi yang membuat Rex Tycoon terdengar tidak sekadar mengejar energi punk, tetapi juga mencoba menangkap sisi rapuh di balik semangat besar yang mereka usung.

