Analisis Kritik Sosial dalam Lagu Perdana Raw Theory ‘Karam’

Raw Theory adalah nama yang mulai mencuri perhatian di dunia musik Yogyakarta. Terdiri dari trio Ahmad Ali sebagai vokalis, Rimanda Sinaga di gitar, dan Akbar Gober sebagai drummer, band ini memiliki asal-usul yang tidak terencana namun berkembang menjadi kolaborasi musik yang serius. Segalanya dimulai pada awal 2024, ketika Ahmad Ali, yang sering tampil di kafe-kafe di Jogja, tak sengaja bertemu dengan Rendi Derainway, pendiri DRW Legacy, manajemen artis lokal. Pertemuan ini membawa pada pembicaraan intens yang berujung pada rencana untuk bekerja sama. Dari situlah Raw Theory lahir, diinisiasi oleh proyek band dengan karakteristik suara era 90-an, yang diutuskan langsung oleh Rendi kepada Ahmad Ali. Dengan pendekatan yang serius, Ahmad Ali merekam versi kasar lagu pertama mereka, “Karam”, yang langsung disetujui oleh Rendi sebagai produser. Lagu ini memiliki aransemen rock modern dengan tema lirik yang terinspirasi dari novel “Laut Bercerita” karya Leila S. Chudori, membawa kisah kelam aktivis mahasiswa era Orde Baru. Setelah merilis “Karam” di platform musik digital, Raw Theory sudah merencanakan materi lagu berikutnya dengan harapan untuk segera merilis full album atau EP pada akhir tahun ini, serta mengadakan showcase untuk memperkenalkan karya-karya baru mereka. Dengan proses rekaman dilakukan di Seven Dragons Studio dan dukungan dari DRW Legacy, Raw Theory menunjukkan potensi besar di industri musik lokal.

Source link