Fraidé: Narasi Emosional Dalam Empat Lagu EP ‘Reflection’

Musik Yogyakarta kembali memperkenalkan band baru yang patut mendapat perhatian, yaitu Fraidé, kuartet indie pop/alternatif. Terdiri dari Gie Seddon, Gilang Hermani, Kade Agus, dan Nano Rasendria, band ini terbentuk dari semangat bersama anggotanya yang telah lama terlibat dalam dunia musik. Meskipun jadwal padat karena urusan keluarga dan pekerjaan, Fraidé tetap bersatu untuk menjalankan proyek musik mereka. Mereka menganggap musik sebagai bagian penting dari hidup mereka.

Dibentuk di Jumat, hari di mana mereka bisa berkumpul, berlatih, dan berdiskusi, ide nama “Fraidé” berasal dari kata “Friday” yang melambangkan kebersamaan, pulang ke rumah, dan ketenangan. Secara musikal, Fraidé bergerak dalam aliran indie pop/alternatif dengan sentuhan overdrive dan distorsi pada gitar. Terinspirasi dari era 90-an dan band seperti The Cranberries, Placebo, The Smashing Pumpkins, The Cardigans, dan Alanis Morissette, band ini menciptakan musik dengan pesan emosional dalam lirik mereka.

Fraidé merilis mini album bertajuk ‘Reflection’ yang terdiri dari empat lagu terhubung dalam satu alur cerita emosional yang dalam. Meskipun liriknya dalam bahasa Inggris, pesan yang disampaikan tetap dalam dan universal. Melalui lagu-lagu seperti “Reflection”, “Y&G”, “Déjà Vu”, dan “Is Love”, band ini ingin menciptakan koneksi emosional dengan pendengar. Proses rekaman dilakukan di dua studio yang berbeda dengan proses mixing dan mastering oleh Bayu Randu.

Album ‘Reflection’ resmi dirilis pada Jumat, 18 Juli 2025, dan dapat dinikmati di berbagai platform musik digital. Meskipun baru merilis EP pertama, Fraidé tidak berencana berhenti di situ. Mereka sedang menyiapkan konten live performance dan berencana merilis album penuh tahun depan. Dengan narasi yang tulus dan kuat, Fraidé mengajak pendengar masuk ke dalam cerita mereka melalui lagu-lagu yang membangkitkan emosi. Ini adalah awal yang menjanjikan bagi band yang ingin meninggalkan jejaknya di dunia musik.

Source link