Exploring Masurai and the Dual Faces of Modern Humans in a Passionate Debut

Setelah vakum dalam dunia musik, band asal Malang yang dulunya dikenal sebagai Closure kini kembali dengan identitas baru, Masurai. Mereka merilis maxi single berjudul “Manusia / Pakar Praktisi” yang menampilkan arah baru dalam musik mereka. Masurai memilih untuk beralih dari penggunaan bahasa Inggris ke bahasa Indonesia dalam lirik lagu-lagu mereka, sebagai upaya untuk menyampaikan pesan sosial dan emosi secara lebih langsung kepada pendengar lokal.

Dua lagu dalam maxi single ini, “Manusia” dan “Pakar Praktisi”, menggambarkan dua sisi kehidupan manusia modern yang berbeda namun saling terkait. “Manusia” mencerminkan siklus kehidupan yang tak pernah berhenti, sementara “Pakar Praktisi” menyoroti dunia maya yang penuh absurditas. Dalam lagu-lagu ini, Masurai mengajak pendengar untuk merenung dan mempertanyakan makna validitas di era digital saat ini.

Dari segi musik, “Manusia” terdengar kontemplatif sementara “Pakar Praktisi” memiliki nuansa post-punk yang tajam. Gaya musikal Masurai dipengaruhi oleh scene post-punk Rusia, terutama Motorama. Maxi single ini mendapat sambutan positif dari tokoh musik lokal, seperti Om Robo dari Sundancer.

Masurai memproduksi proyek ini secara mandiri di Haum Studio sejak tahun 2023, dan mengambil waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Para personel band ini tetap aktif dalam proyek musik lainnya selama proses produksi. Nama Masurai diambil dari Gunung Masurai di Jambi, sebagai simbol bahwa mereka ingin bersinar dalam dunia musik alternatif Indonesia.

Maxi single “Manusia / Pakar Praktisi” sudah dirilis di Bandcamp Haum Entertainment sejak 2 Juli 2025, dan akan segera tersedia di platform digital lainnya. Dari cara mereka membuka babak baru ini, Masurai menunjukkan bahwa mereka tidak hanya ingin dikenal sebagai mantan Closure, tetapi ingin dikenali sebagai identitas musik yang baru dan orisinil.

Source link