Panduan Lengkap Mengenal Tanda Petik: Jenis dan Penggunaannya

Tanda petik dua memiliki beberapa fungsi utama, sebagaimana dijelaskan dalam Pedoman Umum EYD (Ernawati Waridah, 2015). Pertama, tanda petik dua digunakan untuk mengapit petikan langsung, seperti mengutip pernyataan secara langsung dari pembicaraan atau sumber tertulis. Misalnya, “Merdeka atau mati!” seru Bung Tomo. Selain itu, tanda petik dua juga digunakan untuk mengapit judul karya, seperti lagu, sajak, film, artikel, drama, atau bab dalam buku. Contohnya, “Saya sedang membaca bab ‘Kebebasan Berpendapat’ dalam buku Hak Asasi Manusia.”

Selain tanda petik dua, ada juga tanda petik satu yang memiliki fungsi khusus. Pertama, tanda petik satu digunakan untuk mengapit kutipan dalam kutipan, ketika terdapat kutipan di dalam sebuah kutipan yang telah menggunakan tanda petik dua. Misalnya, “Saya mendengar ibu berkata, ‘Kita harus sabar dalam menghadapi ujian ini,’ lalu saya merasa tenang,” ujar Rani. Selanjutnya, tanda petik satu juga digunakan untuk mengapit arti atau makna kata. Contohnya, Retina ‘dinding mata sebelah dalam’ harus dijaga kesehatannya.

Tanda petik satu juga sering digunakan untuk menandai istilah daerah atau bahasa asing, seperti dalam kata Policy ‘kebijakan’ dan wisdom ‘kebijaksanaan’ sering digunakan dalam diskusi strategis.

Tanda petik memiliki berbagai fungsi penting dalam penulisan, dan penting bagi penulis untuk memahami penggunaannya secara tepat agar penulisan menjadi lebih jelas dan akurat.

Source link