Hatred: Ancaman Ledakan Amarah dan Cara Menghadapinya

Hatred: Ledakan Emosi Threatened yang Menolak Diam di Tengah Tekanan

Di tengah skena hardcore yang kerap identik dengan ledakan energi dan sikap tanpa kompromi, Threatened datang membawa sesuatu yang lebih tajam: kemarahan yang dirapikan menjadi pernyataan. Unit hardcore asal Jawa Tengah ini kembali menarik perhatian lewat EP perdana bertajuk Hatred, sebuah rilisan yang tidak hanya keras secara bunyi, tetapi juga tegas dalam sikap. Dibentuk pada 2021, band ini beranggotakan Arip (vokal), Firli (gitar), Irvan (gitar), Julian (bass), dan Yuda (drum/vokal).

Empat Lagu, Satu Nada Perlawanan

Lewat empat track dengan durasi total hampir sembilan menit, Threatened merangkum kegelisahan, tekanan, dan penolakan terhadap represi dalam bentuk yang ringkas namun menghantam. Hatred bukan sekadar judul EP, melainkan semacam deklarasi sikap: menolak tunduk pada dominasi, stagnasi, dan segala bentuk pembungkaman. Hardcore menjadi fondasi utamanya, sementara riff-riff metal yang gelap, berat, dan agresif mempertebal kesan bahwa rilisan ini lahir dari dorongan untuk melawan, bukan sekadar mengeluarkan emosi kosong.

Lagu “Aimless Hatred” dipilih sebagai pembuka sekaligus ujung tombak. Sejak awal, nomor ini langsung menggeber kemarahan tanpa basa-basi, seolah menegaskan bahwa diam bukan lagi pilihan. Di sisi lain, “We Are Threatened” hadir dengan pendekatan yang lebih personal. Lagu ini ditulis dari pengalaman mereka selama pandemi, ketika isolasi, tekanan mental, dan rasa tak berdaya menjadi bagian dari keseharian. Alih-alih menjadikannya beban, Threatened mengubah pengalaman itu menjadi energi untuk bertahan dan terus bersuara.

Pengaruh Besar, Identitas Tetap Sendiri

Dalam membangun warna musiknya, Threatened menyerap banyak pengaruh dari nama-nama besar di ranah hardcore dan metalcore, mulai dari Hatebreed, Year of the Knife, Terror, Malevolence, Disrupted, hingga Burgerkill. Namun pengaruh itu tidak membuat mereka kehilangan arah. Yang muncul justru karakter yang keras, padat, dan disiplin, dengan suara yang terdengar kotor tetapi tetap terukur.

Di titik ini, Hatred terasa lebih dari sekadar EP debut. Ia menjadi penanda bahwa Threatened punya bahasa sendiri dalam menyampaikan amarah: lugas, intens, dan tidak mencari aman. Rilisan ini sudah tersedia di berbagai platform digital, dan lewat materi singkat ini, mereka memperlihatkan bahwa musik keras masih bisa menjadi medium yang jujur untuk menyampaikan tekanan, luka, dan dorongan untuk bertahan hidup.

Source link