Band blues-rock asal Yogyakarta, Dualima Duapuluh (DLDP), akhirnya membuka lemari arsip mereka dengan meluncurkan EP “Rustic”. EP ini berisi lima lagu yang sebelumnya tidak pernah didengar oleh publik, merupakan hadiah bagi penggemar sekaligus penutup resmi dari satu era kreatif DLDP sebelum merambah babak baru. Judul “Rustic” dipilih untuk menyimpan jejak eksplorasi awal band dan menangkap esensi asli mereka sebelum berevolusi.
Kelima lagu dalam EP ini merekam perjalanan awal DLDP dalam meramu bunyi, menulis lirik, dan menuangkan emosi, memberikan gambaran mentah dari masa pembentukan identitas mereka. Meskipun EP menawarkan kilasan ke masa lalu, band menegaskan bahwa mereka akan mengubah arah sonik, konsep visual, dan pendekatan kreatif mereka secara keseluruhan setelah “Rustic”.
Proses kreatif lagu-lagu dalam “Rustic” dipimpin oleh bassis DLDP, Ferdyawan Listanto, dengan proses rekaman di dua studio berbeda. Sejak 11 Juli 2025, EP “Rustic” telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital, mengundang pendengar untuk menyusuri perjalanan DLDP. Trio yang terdiri dari Alfian Kurnia Ramadhan, Ferdyawan Listanto, dan Bayu Murti Agus Saputra telah menunjukkan evolusi dari blues hingga blues-rock yang dinamis.
“Rustic” menjadi jembatan antara masa lalu emosional dan masa depan yang penuh kejutan bagi DLDP. Dengan rilis ini, pintu era lama tertutup rapat, sementara semua mata dan telinga tertuju pada lembaran baru yang akan dibuka DLDP selanjutnya.

