Di tengah gemerlap Kota Bandung, Arkhanova menggebrak industri musik Indonesia dengan single debut mereka yang berjudul “Aku”. Sebagai trio metal progresif yang terdiri dari Ardianto (ArdSumargono) di gitar dan vokal, U. Kartiwa (Pipa Zei) di gitar dan vokal, serta Agriansyah Ramadhan (Agree) di bass, mereka tampaknya siap untuk menaklukkan panggung musik lokal. Single “Aku” oleh Arkhanova tidak hanya sekadar lagu, tetapi juga merupakan cerminan dari realitas sosial yang ingin mereka ungkapkan.
Dalam lagu tersebut, terdapat pesan yang mendalam tentang kesadaran diri dan tekanan sosial untuk berpura-pura demi diterima dalam lingkungan tertentu. Dengan lirik dan komposisi yang kuat, Arkhanova berhasil menyuguhkan karya yang mengajak pendengar untuk membebaskan diri dari ekspektasi orang lain dan merangkul keaslian diri sendiri. Mereka dengan tegas menyatakan bahwa proyek musik mereka bukanlah sekadar kesempatan sesaat, melainkan awal dari perjalanan panjang dalam industri musik Indonesia.
Proses pembuatan lagu “Aku” sendiri dimulai dari kegelisahan Pipa Zei tentang penolakan lingkungan terhadap jati dirinya. Bersama ArdSumargono dan Agree, mereka mampu merangkai konsep yang begitu kuat dalam lagu ini. Dari studio pribadi ArdSumargono hingga tahap mixing dan mastering, Arkhanova mampu menyelesaikan lagu ini dalam waktu yang singkat.
Dengan mengusung metal progresif kontemplatif, Arkhanova memilih untuk menyajikan sesuatu yang berbeda dengan konsep storytelling dalam lagu-lagu mereka. Mereka terinspirasi oleh band-band internasional seperti Sleep Token, Gojira, Periphery, dan Dream Theater, serta masih menyelipkan nuansa jazz dari Tigran Hamasyan. Selain itu, single “Aku” juga menandai awal dari karya-karya mendatang yang akan dihadirkan dalam bentuk Extended Play (EP).
Arkhanova berhasil merilis single “Aku” di berbagai platform streaming digital global melalui Hypogene Records. Mereka juga merilis video musik yang mendukung lagu tersebut di kanal YouTube resmi band. Dengan karya mereka ini, Arkhanova tidak hanya memperkenalkan identitas mereka dalam industri musik, tetapi juga mengajak pendengar untuk merenung dan berdiri tegak dalam kebenaran diri mereka sendiri di tengah hingar-bingar dunia musik.

