Kolektif musik asal Wales, teethin, kembali menarik perhatian lewat single terbaru berjudul “DUD”. Lagu ini menjadi bagian dari EP debut mereka, Greed Between The Lines, yang dijadwalkan rilis pada 3 Oktober lewat label Silent Kid Records. Dengan pendekatan yang tak mudah dipetakan, teethin menempatkan diri sebagai salah satu proyek musik baru yang berani meramu punk, elektronik, dan ritme dansa ke dalam satu ruang bunyi yang padat dan tidak nyaman ditebak.
Suara baru dari Wales yang sulit dipasangkan ke satu genre
Teethin bukan sekadar kolektif dengan identitas musik yang liar. Para anggotanya datang dari latar geografis dan budaya yang berbeda, dan perbedaan itu justru membentuk warna khas dalam karya mereka. Alih-alih mengikuti jalur genre yang rapi, teethin memilih membangun atmosfer yang bergerak antara energi mentah punk, ketukan elektronik, dan dorongan musik dansa. Hasilnya adalah musik yang terasa gelisah, tapi justru di situlah kekuatannya.
“DUD” sebagai kritik terhadap kepura-puraan
Secara tematik, “DUD” lahir dari kegelisahan teethin terhadap seniman yang dianggap berpura-pura hidup dalam keadaan tertentu demi kepentingan estetika maupun pribadi. Mereka menyorot kecenderungan sebagian orang yang meromantisasi kemiskinan, kecanduan, atau kesulitan hidup lain tanpa pernah benar-benar mengalaminya. Lagu ini berkembang melalui beberapa versi sebelum menemukan bentuk akhirnya, sementara frasa “penny chic” menjadi salah satu pemantik utama dalam penulisan lirik.
Inspirasi dari simbol yang memicu perdebatan
Teethin juga mengaitkan lagu ini dengan momen kontroversial ketika Kim Kardashian mengenakan kostum peziarah. Dari sana, mereka menajamkan kritik terhadap elite yang tertarik pada karya seni yang lahir dari penderitaan kelas pekerja, tetapi tidak benar-benar memahami realitas di baliknya. Dalam “DUD”, teethin menempatkan pengalaman nyata dan kehidupan yang keras sebagai sesuatu yang tidak bisa dipalsukan begitu saja. Lagu ini sekaligus menjadi pernyataan bahwa mereka menolak tunduk pada aturan pasar yang kerap membatasi ekspresi.
Melalui single ini, teethin memperlihatkan bahwa musik mereka tidak dibangun untuk aman atau mudah dicerna. “DUD” justru dipakai sebagai ruang untuk menyampaikan kemarahan, kejujuran, dan sikap kritis terhadap hipokrisi yang masih kuat bersembunyi di balik dunia hiburan.

