Irzhal Efadh Buka Babak Baru Lewat “Desire”, Bawa Rasa Retro 80-an ke Electropop
Irzhal Efadh resmi membuka langkah baru dalam karier musiknya lewat single “Desire” yang dirilis pada 20 Juni 2025. Lagu ini langsung memberi sinyal bahwa arah musik Irzhal tidak sekadar berubah, tetapi juga ingin tampil lebih berani dengan balutan electropop bernuansa retro tahun 80-an dan melodi yang tetap menyimpan sisi melankolis.
Perpaduan Nostalgia dan Emosi
Di permukaan, “Desire” terdengar ringan dan mudah melekat karena membawa beat yang mendorong pendengar untuk ikut bergerak. Namun di balik ritmenya yang catchy, lagu ini menyimpan cerita tentang cinta yang tak berbalas, lengkap dengan rasa bingung, dekat, dan rapuh yang akrab dirasakan banyak anak muda, terutama Gen Z. Kontras antara musik yang enerjik dan lirik yang emosional menjadi kekuatan utama lagu ini.
Debut Menuju Album RODEO
Single ini bukan hanya rilisan lepas, melainkan juga pintu masuk menuju album penuh Irzhal Efadh bertajuk RODEO yang dijadwalkan meluncur pada 10 Oktober mendatang. Melalui lagu pembuka ini, Irzhal seperti mengirim pesan bahwa album tersebut akan menghadirkan materi yang lebih luas, lebih personal, dan tidak takut mengambil risiko dalam eksplorasi suara.
Serba Digarap Sendiri
Menariknya, proses penciptaan “Desire” dikerjakan hampir sepenuhnya oleh Irzhal sendiri. Ia menulis sekaligus memproduksi lagu tersebut, dengan bantuan Lukman Hakim pada bagian gitar. Tak berhenti di situ, proses mixing dan mastering juga ia tangani sendiri dengan dukungan teknologi AI dari platform LANDR. Hasilnya, “Desire” terasa seperti pernyataan artistik yang utuh: intim, modern, dan tetap membawa identitas emosional Irzhal.
Dengan rilisan ini, Irzhal Efadh tampak siap membawa pendengar masuk ke fase musik yang lebih matang, tanpa kehilangan sentuhan personal yang membuat karyanya terasa dekat. “Desire” kini sudah tersedia di berbagai platform streaming musik.

