Menjadi Terdepan dalam Menciptakan Suara Masa Depan

Bono, vokalis utama U2, membagikan informasi terbaru tentang proyek musik band legendaris tersebut saat tampil di acara “Jimmy Kimmel Live!” pada 27 Mei 2025. Dalam wawancara tersebut, Bono mengungkapkan bahwa proses penulisan lagu terbaru U2 melibatkan refleksi mendalam terhadap masa lalu untuk menciptakan “suara masa depan”. Ia menegaskan bahwa band ini telah kembali ke studio dan sedang mempersiapkan babak baru dalam perjalanan musik mereka.

Menurut Bono, untuk menciptakan musik yang relevan dan inovatif, mereka perlu menghadapi dan memahami sejarah mereka. “Kadang-kadang, kita harus menatap masa lalu untuk memahami saat ini, demi menciptakan suara masa depan,” ujarnya. Semangat dan dedikasi para anggota band sangat tinggi dalam proyek ini.

Bono juga menyebutkan bahwa karakter lagu-lagu terbaru U2 diciptakan untuk berbagai momen dalam kehidupan. “Ada lagu untuk dapur, untuk lintasan balap, garasi, dan setiap bagian dari hidup Anda,” katanya. Drummer Larry Mullen Jr., yang sebelumnya absen karena operasi, kini telah kembali ke studio bersama mereka. “Larry sudah pulih dari cedera. Dia sangat inovatif,” kata Bono.

Pernyataan Bono tentang menghadapi masa lalu selaras dengan komentarnya di Festival Film Cannes. Ia menyatakan bahwa nostalgia harus diimbangi dengan fokus pada saat ini dan masa depan. Kabar tentang album baru U2 telah beredar sejak beberapa tahun lalu, di mana Bono mengungkapkan bahwa para anggota band telah sibuk menulis lagu baru.

Selain proyek musik U2, The Edge juga sedang bekerja dengan Bono dan Brian Eno dalam proyek musik folk Irlandia yang memiliki nuansa sci-fi. Meski belum pasti akan menjadi bagian dari album U2 berikutnya, mereka berusaha menciptakan musik yang unik. Sementara itu, Bono juga mendorong proyek solonya, “Bono: Stories of Surrender”, sebuah film dokumenter yang akan tayang di Apple TV+ mulai 30 Mei 2025. Film ini menawarkan eksplorasi mendalam tentang kehidupan Bono sebagai anak, ayah, suami, aktivis, dan bintang rock, dan menjadi film panjang pertama yang tersedia dalam format Apple Immersive Video untuk headset Apple Vision Pro.

Source link