Pulp Rilis Lagu Baru ‘Got To Have Love’: Kebangkitan Setelah 24 Tahun

Pulp Kembali dengan “Got To Have Love”, Lagu Lama yang Baru Selesai Setelah 24 Tahun

Setelah nyaris 24 tahun tak merilis materi studio baru, Pulp akhirnya kembali menunjukkan taringnya. Band asal Inggris itu melepas single terbaru berjudul “Got To Have Love”, sebuah lagu yang menjadi penanda kembalinya mereka ke panggung rekaman lewat album comeback More yang dijadwalkan rilis pada 6 Juni melalui Rough Trade.

Lagu Lama, Makna Baru

Meski terdengar sebagai rilisan segar, Got To Have Love ternyata bukan lagu yang benar-benar baru. Materinya sudah ditulis sejak 1999, tetapi proses penyelesaiannya baru tuntas tahun ini. Jarvis Cocker, vokalis Pulp, menyebut lagu tersebut sebagai upaya untuk membicarakan cinta dari sudut pandangnya saat ini. Baginya, kata “cinta” bukan sesuatu yang mudah diucapkan secara spontan, apalagi dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam pernyataannya, Cocker mengatakan bahwa cinta dulu nyaris menjadi kata yang sulit ia ucapkan hingga mendekati usia 40 tahun. Ia bisa menikmati lagu-lagu bertema cinta, tetapi tidak terbiasa mengucapkannya langsung. Menurutnya, Got To Have Love seperti percakapan pribadi dengan dirinya sendiri—sebuah pengingat bahwa kini ia bisa mengatakannya tanpa rasa canggung.

Video Musik dengan Nuansa Northern Soul

Tak hanya lagunya yang membawa sentuhan personal, video musik Got To Have Love juga digarap dengan pendekatan yang kuat secara visual. Cocker menyutradarai sendiri klip tersebut dan memasukkan potongan gambar dari film dokumenter klasik Wigan Casino karya Tony Palmer yang dirilis pada 1977. Dokumenter itu dikenal merekam para penari Northern Soul, sehingga video Pulp ini terasa seperti penghormatan terhadap budaya musik dansa Inggris yang punya sejarah panjang.

Comeback yang Ditopang Energi Panggung

More menjadi album studio pertama Pulp sejak We Love Life pada 2001. Dalam wawancara dengan BBC 6 Music bulan lalu, band ini mengungkap bahwa album tersebut sebenarnya sudah selesai sejak lama, tetapi mereka menunggu waktu yang dirasa tepat untuk merilisnya. Penantian itu, seperti yang mereka gambarkan, terasa seperti “seumur hidup”.

Cocker juga menyinggung bahwa semangat dari tur live belakangan ini ikut mendorong lahirnya album tersebut. Saat tampil membawakan lagu-lagu lama dan kemudian mencoba satu lagu baru di akhir tur, respons yang tidak negatif memberi mereka dorongan untuk bergerak cepat. Dari situ, Pulp memutuskan bahwa materi baru itu sebaiknya segera dibawa ke publik.

Untuk mendukung peluncuran More, Pulp menyiapkan tur besar pada musim panas ini. Mereka akan tampil di sejumlah arena di Inggris, termasuk dua konser di O2 Arena London, lalu melanjutkan perjalanan ke Amerika Utara dengan jadwal di kota-kota seperti Atlanta, Boston, dan Detroit. Rangkaian tur akan ditutup dengan dua malam di Hollywood Bowl, Los Angeles, bersama LCD Soundsystem.

Di luar musik, Pulp juga ikut menandatangani surat terbuka bersama IDLES dan Fontaines D.C. yang menyatakan dukungan terhadap kebebasan berekspresi seniman Irlandia, Kneecap. Surat yang dirilis oleh label Heavenly Recordings itu menegaskan solidaritas terhadap hak seniman untuk berkarya tanpa tekanan politik.

Source link