Band hardcore asal Bandung, Bernie, kembali menyalakan perhatian lewat single terbaru mereka, “Break da Chains”. Lagu ini dirilis sebagai pemanasan menuju EP mendatang, sekaligus mempertegas karakter Bernie yang tak ragu mengusung sikap keras, liar, dan menolak tunduk pada kuasa yang lebih besar. Dengan riff gitar yang kasar, teriakan vokal yang mengoyak, serta pukulan drum yang agresif, single ini terasa seperti pernyataan sikap ketimbang sekadar lagu baru.
Bernie dan Serangan atas Hierarki
Melalui “Break da Chains”, Bernie membawa narasi penolakan terhadap struktur kuasa dan hierarki yang menekan. Mereka menempatkan diri bukan sebagai pihak yang jinak, melainkan sebagai predator yang bergerak bersama dalam energi kemarahan dan dorongan untuk bebas. Pendekatan itu membuat lagu ini terdengar padat, langsung, dan penuh tekanan khas hardcore.
Diramu Kolektif di Tiga Studio
Proses produksi single ini dikerjakan secara kolektif oleh para personel Bernie. Mereka menyusun aransemen bersama di tiga studio berbeda, menunjukkan bahwa lagu ini lahir dari kerja bareng yang terpecah secara lokasi, tetapi tetap menyatu dalam arah musikal yang sama. Bernie sendiri terbentuk saat masa kuliah, dengan anggota yang berasal dari berbagai kota dan membawa perspektif masing-masing ke dalam musik hardcore yang mereka mainkan.
Langkah Lanjutan Setelah “DEMO 2023”
“Break da Chains” menjadi rilisan kedua Bernie setelah “DEMO 2023”. Kehadiran single ini menandai ambisi mereka untuk memperkuat posisi di skena hardcore Indonesia lewat materi yang tidak hanya bising dan keras, tetapi juga sarat sikap antikemapanan. Bagi Bernie, EP mendatang tampaknya bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan deklarasi bahwa mereka hadir untuk menjaga bara perlawanan tetap menyala di tengah scene musik Indonesia.
Source link

