Pemuja Melaka Rilis ‘Ode To The Light’: Nyanyian Tentang Harapan

PEMUJA MELAKA kembali menarik perhatian lewat lagu anyar berjudul “Ode To The Light”, sebuah nomor yang tidak sekadar hadir sebagai rilisan musik, tetapi juga sebagai ajakan untuk berhenti sejenak dan menengok ke dalam diri. Di tengah arus lagu-lagu yang serba cepat, karya ini memilih jalur yang lebih reflektif: membicarakan harapan, kesempatan kedua, dan keberanian untuk tetap melangkah meski hidup tidak selalu ramah.

Perpaduan Eksperimen dan Nada yang Tetap Lugas

Lagu ini lahir dari kolaborasi Zulfikar T. Sucipto bersama musisi asal Medan, Xcorpio. Hasilnya adalah komposisi yang memadukan beberapa unsur genre, tetapi tetap menjaga lirik berbahasa Inggris yang puitis dan mudah diresapi. “Ode To The Light” bergerak dengan pendekatan sound yang eksperimental, namun tidak kehilangan kesederhanaan dalam menyampaikan pesan utamanya.

Di balik lapisan musiknya, lagu ini membawa semacam dorongan untuk rekonsiliasi batin. Pendengar diajak masuk ke ruang yang lebih personal, tempat luka, harapan, dan penerimaan saling berhadapan. Nuansa britpop yang terasa kuat berpadu dengan tekstur elektronik, menciptakan atmosfer yang tenang sekaligus dalam.

Proses Produksi yang Melibatkan Komunitas Seni Medan

Yang membuat rilisan ini makin menarik, proses produksinya melibatkan jejaring komunitas seni Medan dari awal hingga akhir. Mulai dari rekaman, mixing, hingga mastering, karya ini digarap dengan sentuhan kolaboratif yang memperlihatkan peran kreator lokal dalam membentuk identitas visual dan bunyi lagu. Pendekatan ini memberi karakter tersendiri, seolah “Ode To The Light” bukan hanya milik satu proyek musik, melainkan juga hasil kerja bersama yang tumbuh dari lingkungan kreatif yang hidup.

Visual yang Menguatkan Cerita

Video musik garapan Doni Ahmadi turut memperluas makna lagu lewat visual yang menelusuri tema mimpi dan kesendirian. Alih-alih hanya menjadi pelengkap, gambar-gambar dalam video tersebut mempertegas suasana kontemplatif yang sudah dibangun oleh musiknya. Hasilnya, pengalaman mendengar lagu ini terasa lebih utuh karena pendengar sekaligus diajak melihat lapisan emosional di baliknya.

“Ode To The Light” kini sudah bisa dinikmati melalui berbagai platform musik digital dan video musik di kanal YouTube PEMUJA MELAKA. Bagi grup ini, lagu tersebut menjadi semacam penanda babak baru dalam perjalanan musikal mereka: lebih berani bereksperimen, tetapi tetap membawa pesan yang dekat dengan pengalaman manusia sehari-hari. Di titik itulah lagu ini bekerja—bukan hanya sebagai tontonan atau dengaran, melainkan sebagai pengingat bahwa cahaya masih mungkin ditemukan, bahkan ketika situasi terasa gelap.

Source link