Koil, Kuburan, Doel Sumbang: Kolaborasi Eksentrik di “Tuturut Munding”

Musikus asal Bandung dari lintas generasi, termasuk Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang, telah bersatu dalam sebuah proyek kolaborasi unik. Mereka memutuskan untuk menghadirkan ulang lagu religi berbahasa Sunda yang terkenal, yaitu “Tuturut Munding”. Proyek ini tidak hanya tentang penggabungan berbagai gaya musik, tetapi juga merupakan cara mereka merayakan Ramadan dengan sentuhan musikal yang unik. Lagu asli “Tuturut Munding” dirilis pada era 1990-an oleh Doel Sumbang dan menjadi cukup populer di masyarakat Sunda, terutama saat bulan Ramadan.

Terkait dengan makna dari lirik “Tuturut Munding” dalam bahasa Sunda yang secara etimologis berarti “mengikuti kerbau”, lagu ini sebenarnya membawa kritik sosial yang tajam terhadap individu yang tidak memenuhi kewajiban berpuasa. Doel Sumbang menjelaskan bahwa lagu ini mencoba menyindir sikap pembangkangan dan kepatuhan yang rendah terhadap ajaran agama, terutama pada bulan yang suci seperti Ramadan. Konsep ini terjadi tidak hanya pada skala individu, tetapi juga terlihat dalam masyarakat secara luas.

Dengan kolaborasi dari Koil, Kuburan, dan Doel Sumbang, masing-masing musisi berhasil mempertahankan identitas musikalnya yang khas. Koil membawa sentuhan industrial rock, Kuburan dengan gaya rock komedi, dan Doel Sumbang dengan nuansa pop Sunda. Penggabungan ini menghasilkan harmonisasi musik yang segar tanpa kehilangan karakteristik inti dari setiap musisi.

Proses kolaborasi ini dimulai dari diskusi antara Koil dan Kuburan untuk menghasilkan eksplorasi musik yang kreatif. Lagu “Tuturut Munding” dipilih sebagai proyek utama karena relevansinya dalam menyindir fenomena sosial pada bulan Ramadan. Dengan tambahan dari Doel Sumbang dalam proses produksi lagu, kolaborasi ini menjadi sukses dalam menciptakan sesuatu yang baru tanpa kehilangan esensi dari lagu aslinya.

Hasil dari aransemen ulang “Tuturut Munding” adalah komposisi musik yang unik dengan lebih banyak elemen rock/metal yang diperkaya dengan beragam nuansa. Selain itu, lagu ini diproses sepenuhnya di Bandung dan siap untuk dirilis di berbagai platform streaming mulai dari tanggal 26 Februari 2025. Proyek ini juga akan melibatkan berbagai versi lagu, termasuk remix dan karaoke serta menggelar showcase khusus di Bandung pada hari perilisan. Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa manfaat dan menjadi awal dari proyek seru lainnya yang akan menghibur banyak orang.

Source link