Hubungan Indonesia dan Malaysia kembali menjadi sorotan setelah Menteri Pertahanan RI sekaligus presiden terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto, bertemu Perdana Menteri Malaysia Dato’ Seri Anwar Ibrahim pada Sabtu, 7 September. Pertemuan dua sahabat lama itu bukan sekadar ajang temu kangen, melainkan juga ruang untuk menegaskan kembali arah kerja sama kedua negara yang selama ini terus dijaga.
Pertemuan Prabowo dan Anwar Bahas Hubungan Bilateral
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Anwar membicarakan upaya memperkuat hubungan Indonesia-Malaysia di berbagai bidang. Pertemuan ini berlangsung setelah Prabowo lebih dulu bertemu Raja Malaysia, Sultan Ibrahim. Dari rangkaian agenda itu, terlihat bahwa komunikasi politik antara Jakarta dan Kuala Lumpur sedang dijaga dengan sangat serius.
Prabowo menyampaikan apresiasinya atas diskusi yang dinilai konstruktif. Ia menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk membangun hubungan pertahanan bilateral yang harmonis dan saling menguntungkan bagi kedua negara.
“Thank you for today’s constructive discussion. I reiterate Indonesia’s commitment to fostering a harmonious and mutually beneficial bilateral defense relationship between our two countries,” Prabowo stated.
Undangan Pelantikan di Jakarta
Di sela pertemuan itu, Prabowo juga secara langsung mengundang Anwar untuk menghadiri pelantikannya sebagai presiden Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober di Jakarta. Undangan tersebut memperlihatkan kedekatan personal yang masih terjalin kuat di tengah hubungan resmi antarpemerintah.
Anwar menyambut pertemuan itu dengan penuh kehangatan. Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @anwaribrahim_my, ia menyampaikan rasa senangnya bisa kembali bertemu dengan sahabat lamanya sekaligus mengucapkan selamat atas kemenangan Prabowo.
“Meeting my close friend, Indonesia’s President-elect Prabowo Subianto. I am honored to accept his invitation to the Indonesian presidential inauguration on October 20, 2024, in Jakarta,” Anwar wrote.
ASEAN Tetap Jadi Titik Temu
Selain membahas hubungan dua negara, Anwar juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama regional di bawah payung ASEAN. Ia menyebut komitmen bilateral Indonesia dan Malaysia perlu berjalan seiring dengan penguatan solidaritas kawasan, terutama di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara-negara Asia Tenggara.
“The most important thing is our commitment to strengthening bilateral relations between our brotherly nations. We also reaffirm our dedication to reinforcing regional cooperation within ASEAN,” Anwar said. (RR)
Source link

