Good Ol’ Dreams akhirnya membawa album debut mereka, Untuk Pengantin, keluar dari ruang digital ke format fisik. Setelah lebih dulu dirilis secara digital pada Mei lalu, album ini kini hadir dalam bentuk CD dan vinyl lewat kerja sama dengan label demajors, dan mulai tersedia pada 28 Juni 2024.
Rilis Fisik dengan Dua Format
Versi CD Untuk Pengantin dibanderol Rp 50.000, sementara edisi vinyl dijual seharga Rp 500.000. Untuk format piringan hitam, album ini dikemas dalam dua piringan 10 inci dengan sampul gatefold. Kehadiran format fisik ini memberi ruang baru bagi album yang sejak awal dirancang bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan rangkaian cerita yang saling terhubung.
Cerita Cinta yang Dibawa ke Musik
Menurut Ivan Adiwiguna, sosok di balik Good Ol’ Dreams, Untuk Pengantin berangkat dari kisah cinta klasik yang terasa sangat personal: seseorang ditinggalkan kekasihnya untuk menikah. Nuansa itu diterjemahkan ke dalam musik pop progresif bergaya Indonesia akhir 70-an dan awal 80-an, tetapi tetap diberi sentuhan generasi Z. “Setiap lagu dalam album Untuk Pengantin memiliki keterkaitan dan menggambarkan fase-fase dari penolakan hingga penerimaan situasi,” ujar Ivan.
Album ini memuat 11 lagu yang disusun seperti perjalanan emosi. Fase kemarahan hadir lewat “Dangkal” dan “Geram”, lalu beralih ke kejernihan dalam “Mohon Maaf”. Ada pula “Tersipu Senja” yang membawa nuansa nostalgia romantis, sebelum album bergerak ke kenyataan yang lebih menyakitkan melalui “Merenggut Jiwa” dan “Mengenaskan”. Fase putus asa tergambar dalam “Kelam” dan “Hina”, sementara lagu “Untuk Pengantin” berisi pesan kepada sang kekasih. Fokus utama album jatuh pada “Kilau”, yang bercerita tentang perpisahan, lalu ditutup instrumental “Semoga Kalian Berdua Dalam Kebaikan”.
Digarap Bertahun-tahun di Cirebon
Proses pembuatan album ini sudah dimulai sejak 2021 dan sempat mengalami beberapa perubahan daftar lagu sebelum mencapai versi final. Sebagian besar materi ditulis dan direkam aransemen pada 2022, kecuali “Tersipu Senja” yang versi demonya sudah ada sejak 2016. Dua lagu, “Mohon Maaf” dan “Kilau”, baru lahir pada 2023 untuk menggantikan dua lagu lain yang sempat hampir masuk ke album.
Ivan mengerjakan hampir seluruh penulisan dan rekaman secara mandiri. Sejumlah rekan dari Cirebon ikut terlibat di beberapa bagian, di antaranya Muhamad Munajat pada gitar elektrik di “Mohon Maaf”, Lely pada vokal latar “Kilau”, Ikhvana Dwi Rionaldi yang membantu proses audio “Untuk Pengantin”, serta Indra Antra yang memberi banyak masukan untuk “Tersipu Senja”.
Seluruh lagu direkam di Konserpasif Studio, Sindanglaut, Kabupaten Cirebon. Proses mixing dan mastering dikerjakan Adistya Pratayangsha di Bandung. Sementara itu, artwork dan fotografi album digarap John Navid dari White Shoes and The Couples Company, dengan sesi pemotretan dilakukan di sekitar Kota dan Kabupaten Cirebon. Video musik “Geram” dan video lirik “Kilau” juga telah diproduksi.
Peluncuran di Cirebon dan Sambutan Musisi
Peluncuran CD dan vinyl Untuk Pengantin digelar pada Jumat, 28 Juni 2024, di Himas Coffee & Eatery, Cirebon. Acara ini menjadi bagian dari Gigs Stage Tandang edisi Cirebon yang didukung demajors, Synchronize Radio, dan Synchronize Fest. Malam itu juga dimeriahkan penampilan Cherry Bombshell dari Bandung dan The Mymy dari Cirebon.
Album fisik ini bisa diperoleh melalui situs resmi www.demajors.com serta outlet dan distributor demajors di berbagai kota di Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Di luar jalur distribusi, Untuk Pengantin juga mendapat sambutan positif dari sejumlah musisi seperti Mondo Gascaro, Bilal Indrajaya, Ari Lesmana dari Fourtwnty, dan Andi Armand, yang ikut memberi sorotan pada kekuatan cerita dan pengalaman emosional di dalam album ini.
Source link

