Bimtek Pendaftaran Kepesertaan PON XXI Aceh-Sumatera Utara Tahap 2 Berhasil Digelar – Gerakita

Bimtek Pendaftaran Kepesertaan PON XXI Aceh-Sumut Tahap 2 Rampung, Panwasrah Tekankan Akurasi Data

Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepesertaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) Tahun 2024 tahap ke-2 resmi berakhir pada 20 Juni 2024 di Millenium Hotel Sirih, Jakarta. Kegiatan yang dimulai sejak 19 Juni 2024 itu ditutup langsung oleh Ketua Bidang IT Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024, Iwan Kurniawan.

Fokus pada ketepatan pendaftaran atlet dan ofisial

Dalam penyelenggaraan PON, pendaftaran kepesertaan menjadi salah satu titik paling krusial karena menyangkut keabsahan atlet, ofisial, cabang olahraga, hingga nomor pertandingan. Karena itu, Bimtek kepesertaan digelar dalam tiga tahap agar proses yang dijalankan benar-benar rapi dan tidak menimbulkan persoalan saat pertandingan berlangsung.

Tahap kedua ini merupakan kelanjutan dari Bimtek sebelumnya pada 8 Januari 2024. Jika pada pertemuan awal peserta mendapat materi tentang tata cara pendaftaran cabang olahraga dan nomor pertandingan, maka pada tahap lanjutan ini pembahasan diarahkan pada pendaftaran nama-nama atlet dan ofisial final yang tercantum dalam longlist dan telah diabsahkan.

Transfer pengetahuan dan dukungan teknologi jadi sorotan

Anggota Bidang IT Panwasrah PON XXI Aceh-Sumut Tahun 2024, Nurhilman Fauzan F. S.T., menegaskan bahwa pendaftaran nama atlet dan ofisial final dilakukan dalam rentang enam sampai tiga bulan sebelum pelaksanaan PON. Atlet yang didaftarkan pada tahap tersebut, kata dia, harus benar-benar berasal dari longlist yang sudah disahkan.

Di sisi lain, dukungan teknologi informasi dan komunikasi untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024 juga disebut menjadi salah satu yang terbaik. Hal ini sejalan dengan komitmen KONI untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan PON dari waktu ke waktu.

Untuk menjaga kualitas itu, Bidang IT Panwasrah bekerja sama dengan CLOIT, perusahaan asal Korea Selatan yang memiliki pengalaman dalam berbagai multievent internasional, mulai dari Asian Games hingga Olimpiade. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat sistem, tetapi juga membuka ruang transfer knowledge bagi para pihak yang terlibat.

PON pertama di dua provinsi dan diikuti 38 provinsi

PON XXI Aceh-Sumut 2024 juga tercatat dalam sejarah sebagai PON pertama yang digelar di dua provinsi sekaligus. Ajang ini diikuti oleh 38 provinsi, termasuk Daerah Otonom Baru (DOB) serta Ibu Kota Nusantara (IKN), sehingga tuntutan terhadap ketelitian administrasi dan kesiapan sistem menjadi jauh lebih besar.

Dalam sesi praktik, peserta Bimtek diajak langsung mempelajari tata cara pendaftaran, lalu dilanjutkan dengan diskusi untuk membahas sejumlah hal teknis. Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah Technical Handbook (THB), yang disebut menjadi acuan penting dalam pelaksanaan PON XXI Aceh-Sumut 2024.

Ketua Bidang sarana prasarana (Sapras) Panwasrah sekaligus Wakil II Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Pusat menyampaikan bahwa pada cabang olahraga tertentu, THB mensyaratkan batasan usia dan sertifikasi nomor KTA. Ketentuan semacam ini, menurutnya, harus dicermati sejak awal agar proses pendaftaran tidak menemui hambatan di kemudian hari.

Menutup kegiatan, Iwan Kurniawan menyampaikan harapannya agar Bimtek tahap kedua ini memberi manfaat nyata bagi para peserta. Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan kerja keras semua pihak agar PON XXI Aceh-Sumut 2024 dapat berjalan lancar sesuai harapan.

Source link