Jakarta — Sikap Indonesia dalam merespons krisis Gaza kembali menuai sorotan. Pengamat Hubungan Internasional Profesor Hikmahanto Juwana menilai langkah yang ditunjukkan pemerintah lewat Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bukan sekadar pernyataan politik, melainkan tindakan paling konkret yang terlihat sejauh ini dalam membantu warga Gaza, Palestina.
Langkah Indonesia dinilai paling tegas
Penilaian itu merujuk pada pidato Prabowo dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) tanggap darurat untuk Gaza di Amman, Yordania, beberapa waktu lalu. Menurut Hikmahanto, sikap Indonesia tampak berbeda dibanding sejumlah negara lain yang hadir dalam forum tersebut karena membawa tawaran bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan di lapangan.
Ia menilai keberanian Indonesia terlihat dari kesiapan menampung 1.000 pasien dan 1.000 siswa Gaza untuk dirawat serta bersekolah di Indonesia. Bagi Hikmahanto, langkah itu menunjukkan bahwa Indonesia tidak berhenti pada retorika, melainkan hadir dengan rencana yang bisa dijalankan.
Respons yang bisa mengguncang Washington dan Tel Aviv
Hikmahanto juga menyebut sikap seperti ini berpotensi membuat Amerika Serikat dan Israel memperhitungkan ulang langkah mereka. Menurutnya, posisi Indonesia yang tampil dengan aksi konkret akan menjadi perhatian, terutama karena banyak negara sering berhenti pada pernyataan simpati tanpa tindak lanjut.
“Jadi saya melihat bahwa keberanian Indonesia ini akan dilihat oleh negara-negara lain, dan tidak cuman sekedar bicara dan level omon-omon katanya ya, tetapi sudah aksi konkret. Nah, inilah yang akan membuat Amerika Serikat Israel juga akan khawatir,” kata Hikmahanto kepada wartawan di Jakarta, Jumat (14/6).
Harapan lahirnya koalisi kemanusiaan
Lebih jauh, ia berharap langkah Indonesia melalui Prabowo dapat memicu gerakan serupa dari negara lain. Hikmahanto menilai tekanan paling efektif untuk menghentikan kekerasan di Gaza adalah solidaritas kemanusiaan yang diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan sekadar pernyataan diplomatik.
“Kita berharap kekhawatiran itu akan bisa menghentikan apa yang dilakukan oleh Israel di wilayah Gaza. Ini karena Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai dari majelis umum dewan keamanan PBB semua seolah-olah tidak berkutik atas kebiadaban Israel,” sebutnya.
Ia pun menegaskan harapannya agar inisiatif Indonesia di KTT Yordania bisa berkembang menjadi koalisi kemanusiaan yang lebih luas. Menurutnya, isu kemanusiaan memiliki daya dorong besar dan berpeluang mendapat dukungan dari banyak pihak jika dijalankan secara konsisten.
“Saya berharap apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo akan membentuk yang kita sebut sebagai koalisi kemanusiaan. Yang dibutuhkan oleh dunia ini untuk menghentikan Israel adalah kemanusiaan. Saya yakin, kalau kita bicara kemanusiaan akan didukung oleh banyak pihak,” harapnya.
Source link

