Jakarta (ANTARA) – Sikap Presiden terpilih Prabowo Subianto terhadap Gaza dinilai sebagai bentuk keberanian politik yang jarang tampil seterang itu di panggung internasional. Pengamat Hubungan Internasional Robi Sugara menilai Prabowo menunjukkan kepedulian yang tidak berhenti pada pernyataan, tetapi juga dibarengi kesiapan untuk mengirim pasukan perdamaian hingga tenaga medis bagi warga Palestina yang menjadi korban perang.
Prabowo Dinilai Berani Bicara Langsung soal Gaza
Robi, yang juga Direktur Eksekutif Indonesian Muslim Crisis Center (IMCC), menyebut gaya komunikasi Prabowo yang blak-blakan dan spontan justru menjadi kekuatan. Menurut dia, keberanian itu membuat Prabowo tampil sebagai sosok yang tidak ragu menyuarakan posisi Indonesia di hadapan dunia internasional, terutama terkait tragedi kemanusiaan di Gaza.
“Gaya blak-blakannya, gaya spontanitasnya yang kemudian dengan cukup berani melakukan aksi-aksi berbicara mengenai Gaza,” kata Robi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Ia menilai latar belakang militer Prabowo memberi pengaruh pada cara pandangnya yang tegas dan langsung. Dalam pandangan Robi, hal itu memperlihatkan keberpihakan yang konkret, bukan sekadar simpati simbolik.
Indonesia Sudah Bergerak, Prabowo Diharapkan Melanjutkan
Robi mengakui bahwa di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, Indonesia juga sudah menunjukkan perhatian serius terhadap Gaza melalui pengiriman bantuan. Namun, ia meyakini Prabowo akan meneruskan langkah itu dengan intensitas yang sama, bahkan diharapkan mampu melampauinya.
Menurut dia, Prabowo memiliki kelebihan dalam berkomunikasi langsung dengan komunitas internasional. Ia menilai kemampuan itu penting karena isu Gaza membutuhkan suara yang tegas di forum global, bukan hanya dukungan di level domestik.
Robi juga membandingkan gaya Prabowo dengan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. Jika SBY cenderung sangat berhati-hati dalam menyampaikan sikap di forum internasional, Prabowo dinilainya lebih spontan dan lugas.
“Kelebihan Prabowo bisa melakukan komunikasi langsung dengan komunitas internasional, meskipun Pak SBY pun punya kemampuan itu, tetapi SBY sangat terlalu hati-hati,” ujarnya.
Forum Internasional Jadi Panggung Sikap Indonesia
Robi mencontohkan penampilan Prabowo di forum IISS Shangri-La Dialogue di Singapura. Dalam forum itu, Prabowo berhadapan langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, di tengah sorotan dunia terhadap konflik yang masih berkecamuk di Ukraina dan Palestina.
Sebelumnya, dalam sambutannya di The International Institute for Strategic Studies (IISS) Shangri-La Dialogue 2024, Prabowo menyoroti isu-isu strategis keamanan global yang tengah menjadi perhatian internasional. Ia menekankan pentingnya dialog diplomatik dan solidaritas nasional, sekaligus menyinggung tragedi di Rafah yang menewaskan banyak warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.
Prabowo menegaskan perlunya investigasi menyeluruh atas bencana kemanusiaan itu agar tragedi serupa tidak terulang. Ia juga menyatakan kesiapan Indonesia mengirim tenaga medis untuk mengoperasikan rumah sakit lapangan di Gaza, dengan persetujuan semua pihak.
Selain itu, Prabowo mengatakan Indonesia bersedia mengevakuasi dan merawat warga Palestina yang terluka di rumah sakit Indonesia. “Kami bersedia mengevakuasi hingga 1.000 pasien dalam waktu dekat jika situasi memungkinkan,” katanya.
Baca juga: Prabowo: Indonesia siap mengirimkan pasukan perdamaian ke Gaza
Baca juga: Prabowo: Ada bangsa “ngajarin” kita HAM, tetapi soal Gaza mereka diam
Baca juga: Prabowo ditanya soal boikot produk Israel: “Perjuangan kita jelas”
Pewarta: Fauzi
Editor: Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024
Source link

