Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara (Sumut) 2024 kian mendekat, dan geliat persiapannya mulai terasa di berbagai daerah. Ajang olahraga terbesar di Tanah Air yang digelar empat tahun sekali itu akan dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 8 September 2024 di Aceh, sebelum ditutup oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin di Sumut. Di tengah hitung mundur tersebut, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) terus menggerakkan program Road to PON XXI Aceh-Sumut 2024 sebagai bagian dari upaya memanaskan kompetisi sekaligus menguji kesiapan atlet.
Kaltim Jadi Tuan Rumah KONI-Bayan Cup
Salah satu daerah yang masuk rangkaian Road to PON XXI adalah Kalimantan Timur. Di Samarinda, agenda itu akan hadir dengan nama KONI-Bayan Cup, hasil kerja sama KONI dengan PT Bayan Resource. Perusahaan tambang yang disebut sebagai salah satu pemain besar di Indonesia itu ikut dilibatkan KONI Pusat untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, khususnya di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.
Ajang ini bukan sekadar turnamen pemanasan. PON XXI Aceh-Sumut 2024 menjadi edisi bersejarah karena untuk pertama kalinya digelar di dua provinsi sekaligus. Total 38 provinsi akan ambil bagian, termasuk Daerah Otonom Baru (DOB) dan Ibu Kota Negara (IKN).
Tiga Cabang Dipertandingkan
Road to PON XXI di Kalimantan Timur akan mempertandingkan tiga cabang olahraga, yakni silat, taekwondo, dan sepak bola. Dua cabang pertama dijadwalkan berlangsung di GOR 27 September, Kompleks Universitas Mulawarman, Gunung Kelua, Samarinda. Adapun lokasi pertandingan sepak bola belum diumumkan.
Ketua KONI Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, menegaskan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut. Dukungan daerah dinilai penting agar agenda pemanasan menuju PON tidak hanya ramai secara seremoni, tetapi juga benar-benar memberi ruang uji tanding bagi para atlet.
Persiapan Dibahas di Jakarta
Persiapan KONI Kaltim untuk agenda ini juga sudah dibahas dalam audiensi dengan Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, pada 29 Mei 2024. Pertemuan yang berlangsung di kantor KONI Pusat, Senayan, Jakarta, itu digelar 102 hari sebelum pembukaan PON XXI.
KONI Pusat menilai kompetisi seperti KONI-Bayan Cup perlu terus digelar dan ditingkatkan kualitasnya. Lewat ajang semacam ini, atlet dapat mengukur kemampuan, sekaligus menjadi bahan evaluasi pembinaan yang selama ini dilakukan. KONI juga memberi apresiasi atas keterlibatan pihak swasta, termasuk Bayan, dalam mendukung pengembangan atlet. Bagi KONI, pembinaan olahraga bukan urusan satu lembaga semata, melainkan kerja bersama agar atlet Indonesia bisa terus naik kelas dan berprestasi di pentas yang lebih tinggi.
Source link

