Warren Hue kembali menarik perhatian lewat single terbaru berjudul “SPLIT”, sebuah lagu yang terasa jauh lebih personal dibanding rilisan-rilisan sebelumnya. Setelah ikut menyumbang lima lagu dalam album Hella bersama kolektif musik 1999 WRITE THE FUTURE—yang juga melibatkan Offset, Amaarae, De La Soul, Cuco, dan MILLI—musisi muda ini memilih bergerak ke arah yang lebih intim. Dirilis melalui 88rising bersama video musik resmi, “SPLIT” memperlihatkan Warren mengupas pengalaman hubungan jarak jauh dengan sudut pandang yang jujur dan emosional.
Hubungan jarak jauh jadi pusat cerita
Dalam lagu ini, Warren tidak sekadar bercerita soal rindu, tetapi juga tekanan yang muncul ketika hubungan harus dijalani dari dua tempat berbeda. Ia menyebut SPLIT sebagai lagu yang menggambarkan gaya hidup yang terpisah, lengkap dengan rasa tidak aman yang kerap mengganggu emosi. Menurut Warren, kepercayaan menjadi inti dari lagu tersebut, baik untuk dirinya maupun pasangannya. Ia ingin menegaskan bahwa hubungan semacam itu hanya bisa bertahan jika kedua pihak saling percaya.
Video musiknya ikut memperkuat pesan itu lewat visual kehidupan sehari-hari yang sederhana namun reflektif. Di sana, Warren digambarkan sebagai anak muda yang sedang mencari jati diri di kota baru, mencoba lepas dari tekanan, sambil tetap mengejar mimpinya. Nuansa alternative hip-hop yang dibangun bersama produser langganannya, Chasu, membuat lagu ini terasa seperti potret fase hidup Warren yang sedang berubah cepat.
Langkah baru di tengah karier yang terus menanjak
“SPLIT” hadir sebagai salah satu penanda terbaru dari perjalanan Warren Hue yang melesat dalam waktu singkat. Sejak debut dengan album BOY OF THE YEAR pada musim panas 2022, namanya berkembang dari kebanggaan lokal menjadi sosok yang diperhitungkan di panggung internasional. Album itu sendiri menjadi proyek paling konseptual yang ia rilis sejauh ini, dengan kontribusi tobi lou dan yvngxchris, sekaligus menunjukkan rentang musikal Warren yang semakin luas.
Lahir dan besar di Jakarta, Indonesia, lalu kini menetap di Los Angeles, Warren juga sudah mengumpulkan sejumlah pencapaian penting sebelum genap berusia 21 tahun. Ia masuk daftar Forbes Asia 30 Under 30, kemudian disebut sebagai salah satu “NME 100: Essential Emerging Artists” untuk 2022, masuk daftar “18 Emerging Artists To Watch Out For In 2022” versi Bandwagon, serta “25 Artists To Watch In 2022” dari Ones To Watch. Di luar musik solonya, ia juga tampil di empat lagu soundtrack resmi Shang-Chi & the Legend of the Ten Rings dari Marvel Studios dan bekerja sama dengan Honda, GUESS, Samsung, hingga Microsoft.
Eksplorasi gaya yang makin lepas
Riwayat panggung Warren juga menunjukkan betapa cepat perjalanannya berkembang. Ia pernah tampil di Coachella saat Head in the Clouds Forever 2022, naik panggung di Formula 1 Singapore Grand Prix, membuka tur arena Rich Brian yang sold out di Tiongkok dengan sekitar 10 ribu penonton per lokasi, dan masuk daftar penampil Head in the Clouds Festival di New York serta Los Angeles. Musim panas ini, ia dijadwalkan kembali tampil di festival New York.
Melalui “TENNESSEE” dan “SPLIT”, Warren memperlihatkan kepercayaan diri yang makin matang sebagai seorang artis yang tidak terpaku pada satu warna. Dari R&B, house, electronic, alternative hip-hop, hingga sentuhan industrial, ia terus bergerak di antara genre tanpa kehilangan identitas. Justru dari perpindahan itulah, perjalanan personalnya terasa semakin jelas terbaca.
Source link

