Wakil Presiden terpilih Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, bersiap meninggalkan agenda nasional sementara untuk kembali ke Solo dan melanjutkan tugasnya sebagai Wali Kota Surakarta. Setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai pasangan calon terpilih dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2024, Gibran menegaskan dirinya tidak bisa terlalu lama meninggalkan tanggung jawab di daerah.
Segera kembali ke Solo usai penetapan KPU
Gibran menyampaikan bahwa masa cutinya akan berlangsung singkat. Begitu seluruh proses penetapan rampung, ia akan pulang ke Solo untuk kembali menjalankan aktivitas sebagai wali kota. Menurutnya, pekerjaan di Surakarta tetap menunggu dan tidak bisa dibiarkan terlalu lama tanpa kehadiran kepala daerah.
Keputusan KPU yang menetapkan pasangan Prabowo-Gibran berlaku sejak 24 April 2024, dan sejak saat itu agenda Gibran mulai beralih dari masa kampanye menuju persiapan transisi tugas. Di tengah situasi tersebut, ia tetap menyempatkan diri turun ke lapangan untuk menyapa warga.
Silaturahim ke warga dan bicara soal 2045
Dalam kunjungannya hari ini ke Rusun Muara Baru, Gibran mengatakan ingin bersilaturahim sekaligus mendengar langsung keluhan masyarakat. Ia menilai pertemuan seperti itu penting agar persoalan warga tidak berhenti di atas kertas, melainkan benar-benar tersampaikan dari lapangan.
Di hadapan warga, Gibran juga kembali menyinggung gagasan bonus demografi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan pentingnya menyiapkan generasi muda sejak dini, terutama lewat perbaikan gizi anak. Karena itu, program makan siang dan susu gratis kembali ia dorong sebagai salah satu upaya menjaga kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Agenda lanjut bertemu Ma’ruf Amin
Usai dari Rusun Muara Baru, Gibran berencana bersilaturahmi dengan Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Pertemuan itu menjadi bagian dari rangkaian agenda setelah penetapan resmi KPU, sekaligus menandai fase baru bagi Gibran yang segera bergeser dari peran kepala daerah menuju jabatan nasional yang akan diembannya bersama Prabowo Subianto.
Dengan jadwal yang padat dan masa transisi yang singkat, Gibran tampak ingin memastikan dua hal berjalan beriringan: menyelesaikan tanggung jawab di Solo dan mulai menyiapkan peran barunya di tingkat pusat.

