Nama Indonesia kembali terdengar di ajang internasional setelah Praka (Mar) Sedilta Pilon Nubatonis, prajurit Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) 1 Marinir, tampil gemilang pada T100 World Triathlon Tour Singapore 2024, Minggu, 14 April 2024. Dalam persaingan yang ketat, ia pulang membawa dua medali emas sekaligus, sebuah capaian yang menegaskan bahwa atlet triathlon Indonesia mulai mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Menang di Duathlon Standar dan Kelas Usia
Sedilta tampil sebagai juara pada Disiplin Standar Duathlon dengan catatan waktu 1:32:15. Tidak berhenti di situ, ia juga mengunci emas pada kategori usia 20-29 putra. Hasil ini menjadi sorotan karena kompetisi tersebut diikuti 620 peserta dari 12 negara selama dua hari, sehingga kemenangan Sedilta bukan sekadar prestasi personal, melainkan juga sinyal kuat perkembangan atlet Indonesia di cabang olahraga ketahanan.
Apresiasi dari KONI Pusat
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI Purn Marciano Norman, menyampaikan apresiasi atas hasil tersebut. Ia menilai capaian Sedilta patut dibanggakan dan berharap prestasi serupa bisa terus berlanjut, baik oleh atlet yang sama maupun atlet triathlon Indonesia lainnya.
Marciano juga menyampaikan terima kasih kepada atlet, pelatih, ofisial, serta Ketua Pengurus Pusat Federasi Triathlon Indonesia (PP.FTI) periode 2023-2027, Armand van Kempen, beserta tim yang dinilai telah bekerja keras mengantar atlet meraih hasil maksimal.
Dukungan dari Satuan dan Harapan ke Depan
Ia turut menyinggung dukungan dari Komandan Batalyon Intai Amfibi (Danyontaifib) 1 Marinir Mayor (Mar) Laili Nugroho yang disebut telah memberi ruang bagi anggotanya untuk berkembang sebagai patriot olahraga bagi Indonesia.
Menurut Marciano, triathlon adalah cabang olahraga Olimpiade, sehingga pembinaan harus didorong dengan serius agar semakin banyak atlet Indonesia lahir dan bersaing. Ia menilai momentum itu juga penting menjelang penyelenggaraan triathlon pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 di Danau Laut Tawar, Aceh Tengah.
Marciano berharap cabang ini tidak berhenti pada level nasional, tetapi terus naik kelas hingga menjadi juara umum di SEA Games, lalu melangkah ke Asian Games dan Olimpiade.
Source link

