Akademisi: Penting untuk Mengelola Isu Iran-Israel dengan Bijaksana

Isu Iran dan Israel kembali menjadi sorotan, dan menurut Akademisi Universitas Pelita Harapan (UPH) Edwin Tambunan, pemerintah maupun lembaga negara di Indonesia perlu mengelolanya dengan sangat hati-hati. Baginya, persoalan ini bukan sekadar dinamika luar negeri, melainkan juga isu sensitif yang bisa berdampak ke dalam negeri bila tidak disikapi secara bijaksana.

Perlu Sikap Hati-hati di Dalam Negeri

Edwin menilai hubungan Israel dengan sejumlah negara di Timur Tengah memang selalu sarat ketegangan. Karena itu, ia menekankan pentingnya pengelolaan isu yang rapi agar situasi di Indonesia tetap aman dan stabil. Dalam pandangannya, parlemen Indonesia juga tidak boleh pasif. Dukungan proaktif dari DPR dinilai penting untuk memperkuat langkah pemerintah, sekalipun saat ini DPR sedang memasuki masa reses.

DPR dan Kementerian Luar Negeri Diminta Bergerak

Ia menyebut Komisi yang membidangi urusan luar negeri tetap perlu aktif memberikan masukan kepada Kementerian Luar Negeri. Langkah itu, kata Edwin, penting untuk menegaskan posisi Indonesia secara jelas di tengah memanasnya konflik. Indonesia, lanjutnya, harus tetap konsisten membela perdamaian dunia dan tidak memberi ruang pada perang sebagai jalan keluar.

Konflik Memanas Usai Serangan di Damaskus

Permusuhan terbaru antara Iran dan Israel dipicu serangan terhadap Konsulat Iran di Damaskus, Suriah. Serangan itu menewaskan tujuh anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran, termasuk dua jenderal penting. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Presiden Jokowi tengah menyiapkan langkah antisipasi terkait eskalasi konflik di Timur Tengah.

Dengan situasi yang masih bergerak cepat, pernyataan Edwin menegaskan satu hal: respons Indonesia tak cukup hanya reaktif, tetapi harus terukur, tenang, dan menjaga kepentingan nasional tetap di garis depan.