Jakarta – Warga Kampung Nelayan di Muara Angke, Jakarta Utara, menyambut bantuan rumah apung dan rumah panggung dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dengan rasa syukur. Bantuan yang diserahkan pada Sabtu, 13 April itu dinilai sangat berarti bagi keluarga nelayan yang selama ini hidup di wilayah rawan banjir rob dan abrasi.
Warga Merasa Bantuan Ini Menjawab Kebutuhan Dasar
Salah satu penerima, Iwan Susilo, tak menutupi kebahagiaannya saat menerima rumah tersebut. Ia menyebut bangunan itu nyaman dan kokoh, sesuatu yang menurutnya sulit diwujudkan jika harus mengandalkan kemampuan sendiri. “The home is very comfortable and well-built. I could never afford to build such a house on my own. Sometimes, I can hardly afford food,” kata Iwan.
Ungkapan serupa datang dari Delina, warga lainnya, yang menilai bantuan itu membawa kelegaan bagi komunitas mereka. “Thank God, we are happy with the floating and stilt homes Minister Prabowo has given for our community,” ujarnya.
Selain Rumah, Anak-Anak Juga Dapat Perlengkapan Sekolah
Tak hanya hunian, warga Kampung Nelayan juga menerima paket Lebaran berisi perlengkapan pendidikan untuk anak-anak. Suasana penyerahan bantuan tampak hangat ketika sejumlah anak memperlihatkan tas sekolah hitam baru mereka sambil mengucapkan, “Thank you, Mr. Prabowo,”.
Annisa, warga lainnya, menjelaskan isi paket yang dibagikan. Di dalamnya terdapat perlengkapan sekolah seperti kotak pensil, buku, dan kaus kaki. Bantuan ini menjadi tambahan yang dirasa penting bagi keluarga nelayan yang sehari-hari hidup dengan keterbatasan.
16 Rumah Apung dan 12 Rumah Panggung untuk 18 Keluarga
Kementerian Pertahanan menyerahkan total 16 rumah apung dan 12 rumah panggung, masing-masing berukuran 9 meter persegi, untuk 18 keluarga atau 80 jiwa. Program ini dirancang untuk membantu meningkatkan kesejahteraan warga pesisir yang kerap terdampak banjir dan pengikisan pantai.
Selain pembangunan rumah, proyek ini juga mencakup penataan ruang publik hijau serta fasilitas pendukung, termasuk unit desalinasi untuk mengubah air laut menjadi air tawar yang bisa digunakan warga. Bagi masyarakat Muara Angke, bantuan ini bukan sekadar hunian baru, tetapi juga bagian dari upaya memperbaiki kualitas hidup di kawasan pesisir yang selama ini serba rentan.

