Piala Wakil Presiden Disiapkan Jadi Ajang Baru untuk Mengerek Prestasi Olahraga Nasional
Persiapan multievent olahraga memperebutkan Piala Wakil Presiden mulai masuk tahap pembahasan lebih serius. Pada 26 Maret 2024, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Sekretariat Wakil Presiden RI, Suprayoga Hadi, memimpin rapat tindak lanjut koordinasi di Kantor Sekretariat Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat. Pertemuan ini menjadi salah satu langkah awal untuk memastikan ajang tersebut bisa berjalan sesuai rencana dan memberi dampak nyata bagi pembinaan olahraga nasional.
Rapat Koordinasi Bahas Persiapan Multievent
Dalam rapat itu, Wakil Ketua Umum IV KONI Pusat Vivin Cahyani hadir bersama Wakil Ketua Bidang II Bidang Pembinaan Organisasi Olahraga Markus Othniel Mamahit. Kehadiran KONI Pusat menunjukkan bahwa gagasan Piala Wakil Presiden tidak hanya berhenti sebagai wacana, melainkan mulai diarahkan ke tahap operasional.
Ajang ini dirancang sebagai multievent olahraga yang ditargetkan bergulir menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut Tahun 2024. Setelah itu, penyelenggaraannya diharapkan bisa menjadi agenda rutin setiap dua tahun sekali. Skema tersebut dinilai penting untuk memperbanyak kompetisi bergengsi di tingkat nasional, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi atlet dari berbagai daerah.
Bagian dari Dukungan terhadap Desain Besar Olahraga Nasional
Rencana penyelenggaraan Piala Wakil Presiden juga punya kaitan langsung dengan Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Hal ini menjadi semakin relevan karena Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (H.C.) K.H. Ma’ruf Amin, menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Pusat Penyelenggaraan DBON. Dengan posisi itu, penguatan ekosistem kompetisi dianggap sejalan dengan arah pembinaan prestasi olahraga nasional.
Gagasan multievent ini sebenarnya sudah pernah disampaikan saat Wapres RI menerima audiensi Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman beserta jajaran pada 19 Desember 2023. Dalam pertemuan tersebut, konsep ajang ini mulai mendapat perhatian sebagai salah satu langkah untuk memperluas kesempatan bertanding bagi atlet Indonesia.
Cabang yang Diusulkan dan Jadwal yang Dibahas
Berdasarkan konsep yang diusulkan KONI Pusat, cabang olahraga yang dipertandingkan antara lain sepak bola putri, panjat tebing, karate, silat, wushu, dan panahan. Seluruh cabang itu dipandang selaras dengan kebutuhan pembinaan DBON. Peserta yang ditargetkan pun berasal dari kategori umum di seluruh Indonesia.
Selain itu, beberapa cabang yang masuk usulan juga disebut tidak memiliki kejuaraan dengan nama Piala Presiden, sehingga potensi benturan agenda bisa dihindari. Lokasi penyelenggaraan direncanakan berada di Kompleks Gelora Bung Karno. Untuk jadwal, tahap sosialisasi kompetisi semula diarahkan pada Maret–April 2024, babak kualifikasi regional pada Mei–Juli, lalu final pada Agustus 2024, sekitar sebulan sebelum PON XXI Aceh-Sumatera Utara.
Meski begitu, padatnya kalender olahraga tahun ini membuat penentuan waktu pelaksanaan masih terus dibahas. Keputusan final belum diambil dan akan dilanjutkan pada rapat berikutnya, sambil menyiapkan detail penyelenggaraan agar ajang ini tidak sekadar hadir sebagai seremoni, tetapi benar-benar menjadi ruang kompetisi yang bisa mendorong prestasi nasional.
Source link

