Teleskop NASA Mendedahkan Rahasia Kelahiran Bintang dan Menuai Kepuasan yang Luar Biasa

Teleskop Luar Angkasa James Webb kembali membuka tabir alam semesta, kali ini dengan mengungkap proses kelahiran bintang secara jauh lebih rinci daripada yang pernah dicapai sebelumnya. Gambar baru yang dihasilkan teleskop milik NASA itu menyorot protobintang HH 212, objek muda yang berada sekitar 1.300 tahun cahaya dari Bumi. Temuan ini memberi para astronom pandangan segar tentang bagaimana sebuah bintang perlahan terbentuk dari gumpalan gas dan debu.

HH 212, target yang diamati selama puluhan tahun

HH 212 bukan nama baru bagi para ilmuwan. Objek ini pertama kali ditemukan pada 1993 dan terletak di dekat Sabuk Orion. Sejak saat itu, para astronom terus berupaya menangkap gambaran yang lebih jelas tentang tahap awal pembentukannya. Namun, baru lewat James Webb, proses itu bisa terlihat dengan detail yang sebelumnya sulit, bahkan mustahil, diperoleh dari teleskop di Bumi.

Mark McCaughrean, penasihat senior di Badan Antariksa Eropa, menyebut ini sebagai pertama kalinya ilmuwan melihat “gambar berwarna yang mengagumkan” dari protobintang tersebut. Bagi para peneliti, visual semacam ini bukan sekadar indah, tetapi juga penting untuk memahami dinamika lahirnya bintang.

Jet merah muda yang mengungkap proses pembentukan

Dalam citra terbaru itu, tampak gumpalan gas berwarna merah muda yang simetris keluar dari dua kutub protobintang. Fenomena ini dikenal sebagai jet atau aliran keluar, yakni semburan materi yang muncul sebagai bagian dari proses kelahiran bintang. Warna cerahnya menunjukkan keberadaan molekul hidrogen, yang menjadi petunjuk penting bagi para astronom.

McCaughrean menjelaskan kepada BBC bahwa saat bola gas di pusat protobintang memadat, objek itu mulai berputar. Jika putarannya terlalu cepat, materi tidak akan bisa terus jatuh ke pusat. Karena itu, harus ada mekanisme yang membuang sebagian momentum sudutnya. “Kami percaya itu adalah jet dan aliran keluar,” ujarnya.

Detail yang sebelumnya tersembunyi

Keunggulan James Webb membuat struktur rumit di sekitar protobintang dapat terlihat lebih jelas, termasuk pola keluarnya material dari inti pembentukan bintang. Bagi dunia astronomi, gambar ini menjadi langkah penting untuk memahami bagaimana bintang seperti Matahari dulunya mungkin juga melewati fase serupa.